Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Golkar berharap tak ada intervensi terhadap Setya

Golkar berharap tak ada intervensi terhadap Setya logo golkar. dok golkar

Merdeka.com - Satu lagi politikus Partai Golkar, Setya Novanto diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi PON Riau. Golkar berharap tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam proses hukum untuk kasus ini.

"Kami juga berharap agar tidak ada intervensi baik dari internal ataupun eksternal dalam proses ini," ujar Wasekjen Golkar, Nurul Arifin melalui pesannya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (29/6).

Anggota Komisi II pun mengatakan partai menghormati proses hukum yang berjalan. "Kami mempersilakan proses hukum untuk dijalankan," katanya.

Sementara itu, politikus Golkar lainnya, Nudirman Munir mengaku belum mengetahui perihal pemeriksaan Setya sebagai saksi kasus korupsi PON. Tetapi dia tetap menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah terhadap Novanto.

"Maaf abang belum tahu, jadi belum bisa kasih komentar. Yang pasti siapapun dia, azas praduga tidak bersalah harus dijunjung tinggi," katanya ketika dihubungi wartawan di DPR, Jumat (29/6).

Seperti diketahui, Korupsi PON Riau bermula dari penangkapan tujuh anggota DPRD Riau, dua pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, dan empat pegawai swasta pada 3 April lalu.

Dari penangkapan tersebut, KPK berhasil menyita barang bukti sejumlah Rp 900 juta yang diduga sebagai uang suap tersebut.

Pada perkembangannya, KPK menetapkan empat tersangka, yakni M Faisal Aswan selaku anggota DPRD dari Partai Golkar, Muhammad Dunir dari PKB, Eka Dharma Putra selaku Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dispora Riau, dan Rahmat Syahputra selaku karyawan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero. Belakangan Kadispora Lukman Abbas menyusul ditetapkan sebagai tersangka. Bersama Lukman, ada juga anggota DPRD Riau Taufan Andoso jadi tersangka.

Beredar kabar, pada suap terjadi di Riau, Gubernur Rusli Zainal dan Lukman tengah berada di Jakarta untuk bertemu dengan pejabat di pemerintah pusat. Ada dugaan uang sebesar Rp 900 juta tengah dibawa ke Jakarta pada saat itu.

Rusli sebelumnya membantah terlibat dalam kasus ini. Dia juga membantah mengetahui atau menyetujui gelontoran uang Rp 1,8 miliar. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP