Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Goenawan Mohamad kecewa PAN dukung Prabowo

Goenawan Mohamad kecewa PAN dukung Prabowo Goenawan Muhammad. ©wikipedia.com

Merdeka.com - Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional ( PAN ) Goenawan Mohamad mengaku kecewa terhadap langkah partai matahari biru yang kemarin mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai bakal calon presidennya. Budayawan yang mengaku masih menjadi anggota PAN itu pun menyatakan mundur dari keanggotaan partai.

"Selama ini, meskipun dengan kekecewaan, saya tetap menjadi anggota PAN dan membayar secara teratur iuran keanggotaan. Tetapi kali ini saya tidak punya harapan lagi. Saya menyatakan berhenti dari keanggotaan partai," kata GM, demikian dia disapa, lewat pernyataan terbuka di akun Facebooknya, kemarin.

GM bercerita, ketika bersama teman-teman secita-cita mendirikan PAN di awal reformasi, dia berharap ikut menyumbang perbaikan semangat dan mutu kepartaian Indonesia, yang sudah dirusak oleh Orde Baru. "PAN adalah kelanjutan gerakan pro-demokrasi yang melawan kekuasaan otoriter Jenderal Suharto," kata penyair itu.

Semenjak Suharto jatuh, lanjut GM, dia dan kawan-kawan ingin membangun sebuah partai yang punya platform politik yang jelas untuk diperjuangkan ke arah demokrasi yang lebih luas, kebhinekaan yang lebih hidup, dan kesejahteraan yang lebih merata.

"Dalam sejarahnya, PAN pernah berusaha ke arah itu. Tetapi makin lama ia makin tak memandang politik sebagai perjuangan. Makin lama politiknya hanya hasrat mengukuhkan posisi dalam struktur yang ada dan untuk memperoleh jabatan yang empuk bagi elitenya," ujarnya.

Hal ini, kata GM, memang jadi takbiat partai-partai lain di Indonesia sekarang. "Tetapi seharusnya PAN mencoba memperbaiki keadaan itu. Tetapi tidak," ujarnya.

Akhirnya, kata dia, dalam pemilihan umum dan pemilu presiden 2014, PAN makin terseret ke dalam oportunisme. "Yang diupayakannya hanyalah agar Ketua Umum dapat jabatan Wakil Presiden. Untuk itu ia bersedia mendukung kekuatan yang di masa Orde Baru ingin memadamkan gerakan pro-demokrasi, antara lain dengan kekerasan," tegas GM.

Untuk diketahui, kemarin Rakernas PAN memutuskan mengusulkan Ketua Umum Hatta Rajasa sebagai bakal calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto , kandidat capres Partai Gerindra . Meski demikian, belum dipastikan apakah bekas Danjen Kopassus itu akan memilih Hatta.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP