Goa ini diyakini dihuni raksasa, tempat buang sial warga Bali
Merdeka.com - Di sebuah tebing di Dusun Pucungan desa Kayubihi, Bangli, Bali, terdapat sebuah goa. Uniknya, goa yang tertutup di antara rimbunnya semak belukar dan pohon bambu ini merupakan goa bersejarah, tempat persembunyian para pejuang zaman penjajahan Belanda.
Goa yang terletak di tepi tebing ini, kini jadi mistis setelah warga setempat mempercayainya bahwa di goa tersebut dihuni raksasa yang sedang bertapa hingga sekarang.
Begitu angkernya goa tersebut, masyarakat setempat meyakini sebuah pantangan yang tidak boleh dilanggar. "Orang yang baru manten (nikah) dilarang melintas di depan goa, apalagi wanita yang lagi haid," kata I Wayan Suarsana, warga setempat yang lahannya tepat berada di area goa kepada wartawan, Sabtu (7/3).
Suarsana menuturkan, bahwa bagi yang baru menikah minimal setelah enam bulan menikah baru boleh melintas depan goa. Karena jika dilanggar, niscaya akan cerai. Bagi wanita sedang haid, diyakini tidak akan memiliki keturunan.
Di dusun ini hanya terdapat 66 KK, dan seluruhnya meyakini kepercayaan tersebut secara turun menurun. Di dalam goa dengan kedalaman 25 meter di mana diameternya hanya 5 meter dan tinggi lorong goa sekitar 10 meter, terdapat sumber mata air yang lebarnya tidak lebih 1 meter dengan kedalaman hanya sampai siku tangan orang dewas.
"Goa ini bukan tempat persembahyangan. Tapi sering digunakan warga untuk melukat (pembersihan buang sial). Ada sumber mata air di dalamnya, tidak pernah meluap dan tidak pernah surut airnya," Cerita Suarsana.
Untuk menuju ke goa ini, dari kota Bangli kurang lebih berjarak 10 km ke arah jalur Kintamani Bangli. Goa ini dipercaya oleh warga setempat ada sejak zaman penjajahan Belanda.
"Di dalam goa ini konon para pejuang berlindung sambil memohon kuasa Tuhan untuk mengatur strategi perlawanan," Terangnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya