GMT tertutup asap pabrik Pusri, turis asing kecewa datangi Palembang
Merdeka.com - Ribuan wisatawan dibuat kecewa karena tak bisa mengamati proses gerhana matahari total (GMT) di Palembang secara optimal. Sebab, titik GMT tertutup kabut asap PT Pupuk Sriwijaya (Pusri).
Pantauan merdeka.com di lokasi, asap dari teropong dari pabrik tersebut terlihat hitam mengepul dan langsung mengarah ke matahari. Padahal, cuaca saat itu cerah.
Sesekali kepulan asap itu memecah sehingga proses GMT bisa terlihat menggunakan kacamata khusus. Saat itulah pengunjung memanfaatkan untuk menyaksikan fenomena alam tersebut.
Namun kesempatan itu tak berlangsung lama hanya berkisar tiga sampai lima detik saja. Sebab, kabut asap dari teropong PT Pusri kembali menutupi matahari.
Kesal dengan keberadaan asap tersebut, pengunjung berteriak dengan kata-kata sindiran dan cacian terhadap perusahaan pupuk tersebut.
Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan kepada pengunjung menggunakan pengeras suara. Menurut dia, proses GMT tak optimal bisa dilihat karena tertutup asap.
"Bukan semata-mata karena awan, tapi mayoritas disebabkan kabut asap yang menutupi matahari," terangnya.
Kondisi tersebut disesalkan warga termasuk para turis. Viktor Matz, wisatawan asal Australia mengaku sangat menyesal datang ke Palembang. Padahal, dia sebelumnya berencana berkunjung ke Bangka Belitung untuk menyaksikan GMT.
"Saya menyesal datang ke sini. GMT nya tidak bisa dilihat maksimal," ujarnya.
Semestinya, kata dia, pemerintah setempat sudah melakukan upaya untuk mencegah terjadinya asap tersebut. Apalagi, lokasi pabrik tersebut berada di arah terbitnya matahari.
"Harusnya disiasati sebelumnya biar tidak mengganggu," tukasnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya