GMNI blokir jalan sambil bawa poster kecam SBY
Merdeka.com - Demonstrasi yang digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Jawa Timur di Kantor Gubernur, Kamis (22/3) siang, cukup menegangkan. Aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu, selain memblokir Jalan Pahlawan, sekitar 50-an mahasiswa itu, juga mengusung poster bertuliskan kalimat mengecam Presiden SBY.
Beruntung, personel polisi yang dikerahkan dari Polrestabes Surabaya untuk menjaga aksi demonstrasi tersebut tak terpancing dengan ulah anarkis para pengunjuk rasa. Dalam orasinya, demonstran meneriakkan kalimat-kalimat provokatif. Mereka menghujat anggota polisi.
Para demonstran juga merusak pagar kawat berduri yang membentang sepanjang Kantor Gubernur Jawa Timur, dengan menginjak dan membengkokkannya dengan kayu.
Sementara itu, Kabag Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Sri Setyo Rahayu yang memimpin pengamanan mencoba melakukan pendekatan persuasif untuk menangani ulah para pengunjuk rasa.
“Kami datang ke sini (Kantor Gubernur) hanya menginginkan ketemu Bapak Gubernur. Kami ingin menyampaikan aspirasi kami. Tolak kenaikan harga BBM," teriak Koordinator Daerah, Rangga Bisma Aditya.
Meski berteriak dan berorasi meminta Gubernur Jawa Timur Soekarwo agar mau menerima kedatangan mereka, tak satu pun penghuni Kantor Gubernur dan polisi menggubris orasi para aktivis GMNI tersebut.
Tak urung, karena tidak direspons, para pengunjukrasa pun berulah. Mereka langsung menutup seluruh ruas Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Mereka sempat menguasai tujuh lajur jalan itu selama sekitar tiga menit sebelum dihalau polisi.
Jalanan yang semula lancar setelah macet beberapa jam karena gelaran pesta ogoh-ogoh umat Hindu di Tugu Pahlawan, kembali padat karena aksi pemblokiran mahasiswa. Melihat ulah mereka ini, Asisten Ekonomi Pembangunan Pemprov Jatim, Hadi Prasetyo, akhirnya turun tangan untuk meredam aksi mereka.
Hadi Prasetyo menawarkan perwakilan mahasiswa untuk ikut menyampaikan aspirasi penolakan kenaikan harga BBM ini ke pemerintah pusat bersama perwakilan kelompok lainnya ke Jakarta.
Negosiasi antara mahasiswa dan Hadi Prasetyo pun terjadi. Meski dialog mereka cukup menegangkan, Gubernur Jawa Timur yang biasa disapa Pakde Karwo itu pun mau menemui para pengunjuk rasa. Sepuluh orang perwakilan masuk menemui Pakde Karwo, sementara yang lain duduk menunggu sambil tetap membentangkan bendera kebesaran mereka, di pinggir Jalan Pahlawan, Surabaya.
Selain berunjuk rasa di Kantor Gubernur, para demonstran ini juga menyatroni SPBU milik Shell di Jalan A Yani, Surabaya. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya