Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gigi taring terbalik, jasad korban AirAsia dikenali sebagai Andreas

Gigi taring terbalik, jasad korban AirAsia dikenali sebagai Andreas 2 Jenazah tiba di Pangkalanbun. ©2015 Merdeka.com/rizky

Merdeka.com - Setelah dua hari berturut-turut tak berhasil mengidentifikasi enam sisa jenazah korban AirAsia QZ8501, akhirnya di hari ke 24 ini, Selasa (20/1), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengenali satu jenazah lagi.

Jenazah itu berlabel B024 atas nama Andreas Wijaya (30), warga Surabaya. Andreas dikenali lewat pemeriksaan DNA dan dari gigi taring yang terbalik.

Dengan identifikasi Andreas Wijaya ini, maka sisa jenazah yang belum teridentifikasi ada tujuh jenazah. Rinciannya, lima jenazah yang selama dua hari (Minggu dan Senin) belum berhasil diidentifikasi, serta dua jenazah yang baru tiba kemarin.

Andreas sendiri, adalah satu dari enam jenazah yang selama dua hari belum bisa dikenali, karena kondisinya sudah membusuk. Kabid Dokkes RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, Kombes Pol Budiyono mengatakan, jenazah Andreas bisa dikenali setelah pihaknya melakukan penggabungan metode primer, sekunder dan data medis. Kemudian mencocokkan data post mortem itu dengan ante mortemnya.

"Dari data primer, kita menggunakan metode DNA, dengan pembanding ayah dan ibu kandung korban. Ternyata metching," kata Budiyono dalam gelar persnya di Mapolda Jawa Timur.

Selain itu, lanjut dia, diperkuat dengan temuan data sekunder. "Ada temuan gigi korban yang tidak lengkap. Setelah membandingkan dengan foto korban semasa hidup, saat tersenyum terlihat gigi taring bagian bawah yang terjadi rotasi atau terbalik. Setelah kita metch-kan ternyata cocok," papar dia.

Dari data medis sendiri, juga sesuai dengan jenis kelamin, usia dan tinggi badan korban, didukung lagi dengan temuan properti berupa BlackBerry Q10, celana yang dipakai persis dengan analisa CCTV bandara.

"Sehingga, dari satu data primer, foto rontgen gigi dan properti, serta berdasarkan hasil dari rapat rekonsiliasi yang kita lakukan maka tak terbantahkan lagi bahwa jenazah dengan B045 teridentifikasi atas nama Andreas Wijaya, umur 30 tahun, alamat Surabaya," tegas dia.

Dan dengan bertambahnya satu jenazah teridentifikasi ini, maka jumlah total jenazah yang dikenali sampai hari ke 24 ini adalah 46 jenazah dari total yang sudah ditemukan, yaitu 53 jenazah, termasuk dua jenazah yang baru tiba kemarin.

Sehingga, dari 155 penumpang dan tujuh awak AirAsia QZ8501 yang hilang kontak pada 28 Desember 2014 lalu, 109 korban yang belum ditemukan atau dikirim ke Surabaya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP