Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gibran Tegaskan Larangan Persis Solo Konvoi: Aturan Ya Aturan, Harus Taat

Gibran Tegaskan Larangan Persis Solo Konvoi: Aturan Ya Aturan, Harus Taat Pimpin Apel, Gibran Kenakan Seragam Satpol PP untuk Pertama Kali. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana Kaesang Pangarep melakukan konvoi jelang pertandingan Persis Solo melawan PSCS Cilacap, Senin (29/11) sore batal dilakukan. Pembatalan tersebut setelah sang kakak Gibran Rakabuming Raka yang juga Wali Kota Solo memberikan reaksi keras.

Terhadap larangan itu, Kaesang akhirnya batal ikut mengantar tim berjuluk Laskar Sambernyawa ke Stadion Manahan bersama pendukung lainnya yang tergabung dalam Pasoepati. Gibran tetap tegas melarang kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, meskipun dilakukan oleh adiknya sendiri.

“Yo kudu manut (harus taat), enak saja, aturannya gitu kok. Aturan ya aturan,” ujar Gibran, Selasa (30/11).

Gibran mengatakan, saat ia menyampaikan larangan kepada Direktur Utama Persis Solo tersebut tidak ada perlawanan atau bantahan.

“Meh nglawan piye, ra isoh nglawan (mau melawan gimana, nggak bisa melawan). Salah ya salah,” tegasnya.

Terkait adanya suporter Persis Solo yang nekat menggelar konvoi, Gibran menyebut, telah dibubarkan oleh Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak.

Gibran mengaku tidak tahu alasan Kaesang mengajak para suporter untuk konvoi mengantar bus pemain Persis Solo ke Stadion Manahan. Namun, pihaknya tetap tak memberikan izin, karena berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Alesane yo takon (tanya) Kaesang no, tugasku melarang. Enggak boleh, sama saja dengan pengerahan massa kok. Nonton di rumah saja,” tandasnya.

Gibran menyebut, para peserta konvoi kebanyakan berasal dari kabupaten sekitar Solo. Pihaknya terus memantau keberadaan mereka bersama Kapolresta Surakarta.

Pada Selasa petang kemarin, puluhan suporter ikut konvoi bersama bus tim Persis Solo dari mes di Kampung Kalitan, Sriwedari menuju Stadion Manahan. Persis Solo menjalani laga terakhir babak penyisihan Grup C Liga 2, Senin (29/11) petang melawan PSCS Cilacap.

Pertandingan derbi Jawa Tengah tersebut tidak berpengaruh banyak. Karena sebagai juara grup, Persis dipastikan sudah lolos ke babak 8 besar, meskipun kalah saat melawan PSCS. Euforia Pasoepati (pendukung Persis) dan kelompok suporter lainnya mendapatkan lampu merah dari Direktur Utama, Kaesang Pangarep.

Pada laman Instagram resmi suporter Persis Solo, Pasoepati.net mengunggah pernyataan bahwa mereka diizinkan oleh Kaesang mengawal klub Laskar Sambernyawa hingga stadion. Namun ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi para suporter untuk bisa mendampingi Kaesang konvoi.

Putra bungsu Presiden Jokowi itu juga mengancam membubarkan para suporter jika tak bisa mengikuti aturan yang dibuat. “Tak kon do bubar langsung nek raiso do manut aturanku (saya suruh bubar langsung kalau tidak bisa mengikuti aturan saya),” ujar Kaesang.

Ajakan memerahkan (kostum suporter merah) Kota Solo tersebut sudah tersebar di media sosial yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Di selebaran di medsos itu, juga menyebut Direktur Utama PT Persis Solo Saestu (PSS), Kaesang Pangarep yang akan mengawal bus pemain dengan tetap menerapkan prokes.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP