Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gibran Mengaku Sudah Bertemu Investor Untuk Kembangkan Wisata Solo

Gibran Mengaku Sudah Bertemu Investor Untuk Kembangkan Wisata Solo Gibran Rakabuming blusukan. ©2020 Instagram Gibran Rakabuming

Merdeka.com - Calon Wali Kota Solo terpilih versi real count KPU Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah bertemu dengan sejumlah investor untuk mengembangkan sektor wisata di Kota Bengawan. Salah satu yang akan dikembangkan adalah obyek wisata Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau kebun binatang Solo.

“Saya sudah bertemu beberapa calon investor untuk mengembangkan Jurug (TSTJ). Jurug bisa jadi potensi wisata Kota Solo yang bisa dikembangkan. Kalau bisa Jurug itu bukanya sampai malam, biar segera BEP, profitable,” ujar Gibran dalam diskusi bersama pelaku industri parwisata di Solo, Kamis (24/12).

Menurut putra sulung Presiden Joko Widodo itu, TSTJ nantinya bisa dikonsep menjadi night zoo. Sehingga wisatawan bisa melihat kehidupan binatang di malam hari. Masyarakat juga bisa melihat pertunjukan keroncong dan ketoprak di malam hari.

“Kalau bicara Jurug kita juga harus bicara soal waterboom-nya, ISI, UNS, Solo Techno Park yang jadi satu kesatuan,” jelas pria lulusan Singapura itu.

Seniman tari internasional, Eko Supriyanto menyampaikan, dirinya merasa para seniman di Solo sudah saatnya digugah lagi dan diberikan ruang.

“Dari aspek kesenian rasanya kemarin kok pada tidur, hanya beberapa orang yang dapat kesempatan. Sebenarnya kita punya potensi yang lebih tidak hanya sebagai produsen seniman tari internasional saja,” tuturnya.

Dirinya bersama para seniman lainnya memiliki gagasan untuk membuat opera/sirkus Gesang di komplek Jurug. “Festival Gesang ya di Solo, jangan sampai nanti ada di Jepang,” lanjutnya.

Dalam berbagai diskusi dengan para pelaku wisata Gibran juga menyampaikan harapannya agar Solo bisa menjadi kota destinasi olahraga yang berkesinambungan. Hal tersebut seiring dengan rencana Solo menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 di tahun depan.

Usulan mengenai adanya digitilisasi dan mapping dari seniman-seniman Solo pun turut menjadi perhatian pada diskusi ini. Hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pihak luar untuk ‘memanggil’ seniman-seniman Solo di event-event luar.

“Kami berharap pada Mas Gibran untuk ke depan dalam menyiasati pandemi, namun tetap menghidupkan pariwisata agar lebih bisa membangun komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan, “ ujar perwakilan dari ASITA.

Para pelaku wisata juga mengeluhkan saat Kota Solo dinyatakan zona hitam. Jika seharusnya akhir tahun pihak hotel panen, namun harus merugi miliaran rupiah, karena adanya pernyataan Pemkot Solo terkait pandemi yang belum dikoordinasikan dengan hotel. Hal tersebut pun menjadi masukan bagi Wali Kota Solo terpilih versi real count KPU itu.

“Semua sudah saya catat, saya tempatkan diri saya untuk lebih banyak mendengar,” pungkas Gibran.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP