Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gibran 'Belanja' Masalah Warga Solo Lewat Kampanye Virtual

Gibran 'Belanja' Masalah Warga Solo Lewat Kampanye Virtual Gibran kampanye virtual di Kelurahan Kadipiro Banjarsari. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wali Kota Solo nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka kembali melakukan kampanye online, Selasa (13/10). Melalui virtual box campaign, putra sulung presiden Joko Widodo itu menyapa warga RT 3-4, RW 12, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari.

Pasangan teguh Prakosa itu terus menjaring aspirasi dan simpati masyarakat Kota Solo agar memilihnya dalam Pilkada 9 Desember mendatang. Dalam blusukan virtual itu, Gibran disambut perangkat RT dan RW yang menyampaikan kondisi perkampungan setempat.

Ketua RW, Sri menyampaikan, kondisi jalan utama Solo-Klodran, Kelurahan Kadipiro, perlu perbaikan. Menurutnya, jalan pinggir barat Kota Solo tersebut, sudah cukup lama mengalami kerusakan.

"Jalanannya rusak begini, Mas. Banyak berlubang, sering dilewatin truk. Sekaligus minta perbaikan sanitasi, karena di sini sering banjir," ujarnya.

gibran kampanye virtual di kelurahan kadipiro banjarsari

"Wah, itu lubangnya parah sekali, Pak. Iya sebelumnya saya juga sudah blusukan ke Kadipiro, rata-rata masalahnya sama, Jalan Tulangbawang itu juga butuh perhatian," jawab Gibran.

Sementara itu, Ketua RT04, Sunardi mengusulkan, urusan birokrasi surat menyurat di pemerintahan agar dipermudah. Beberapa warga pun meminta bantuan modal untuk mengembangkan usahanya.

Menanggapi permasalahan itu, Gibran menyarankan untuk mengajukan permohonan bantuan UMKM ke Kementerian Koperasi dan UKM atau mengajukan pinjaman melalui program Mekaar.

"Kita catat semua. Coba nanti mengajukan permohonan bantuan UMKM ke Kementerian Koperasi dan UKM," ucap Gibran.

Dalam kesempatan berikutnya, Gibran juga bertemu dengan Ngatiyem (70). Lansia ini mengeluhkan pengapuran pada kakinya. Gibran menanyakan riwayat pengobatan hingga rumah sakit yang biasa digunakan untuk berobat.

Lain lagi masalah yang dialami oleh Nia dan Wiwik warga RT 1/12, yang menyebut anaknya memiliki KIP (Kartu Indonesia Pintar) namun kini sudah tidak menerima bantuan. Gibran lantas langsung mengecek nomor induk siswa, namun hasil pencarian menyatakan keduanya sudah tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.

"Ini saya cek, ternyata sudah tidak terdaftar sebagai penerima bantuan. Tim kami biar mencatat data diri panjenengan agar bisa ditindak lanjuti," jelas Gibran. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP