Gibran Akui 11 Hari PPKM Darurat Belum Bisa Tekan Angka Harian Kasus Corona
Merdeka.com - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Solo, sudah berjalan 11 hari. Namun sayang, PPKM belum mampu menekan secara signifikan angka kasus harian Covid-19. Kendati demikian dalam 2 hari terakhir penambahan kasus mulai menurun.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo pada hari Minggu (11/7) lalu, tercatat jumlah warga terpapar di Solo bertambah 526. Sedangkan hari Senin (12/7) penambahan kasus mulai menurun atau mencapai 405. Untuk hari ini, jumlah penambahan juga menurun, yakni 316 kasus.
"PPKM yang sudah berjalan ini memang belum bisa menekan angka harian kasus Covid-19," kata Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Selasa (13/7).
Gibran menyebut, meski diterapkan PPKM, namun pelanggaran masih banyak terjadi. Untuk itu pihaknya akan memperketat lagi. Ia berharap dalam sepekan ke depan hasilnya akan lebih baik.
Terkait terus melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Solo, Gibran mengaku akan menambah tempat isolasi. Selain memanfaatkan gedung pertemuan, Solo Techno Park (STP), pihaknya juga telah menggunakan ruang sekolah untuk isolasi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala.
Kepala Satpol PP Kota Solo Arif Darmawan menambahkan, hingga saat ini pihaknya mencatat lebih dari 200 pelanggaran PPKM darurat. Pihaknya telah memberikan Surat Peringatan (SP) kepada para pelanggar.
"Kita sudah berikan SP untuk yang melanggar. Kemarin bersama Pak Wawali, Pak Dandim dan Pak Kejari kita lihat ada warung kopi yang terlihat tutup. Tapi setelah kita cek ke dalam ternyata yang parkir banyak. Mereka mengelabuhi kita seperti kucing-kucingan, kita datangi mereka tutup begitu kita pergi mereka buka lagi," keluhnya.
Menurutnya, pelanggaran PPKM banyak dilakukan oleh warung makan dan PKL. Selama 11 hari PPKM Darurat ini, menurut dia, masih banyak titik-titik kerumunan di Kota Solo.
"Sekarang ini kerumunan terjadi di pinggiran di kampung-kampung karena kalau di kota kan dioprak-oprak terus," tandasnya.
Arif menambahkan, pihaknya juga membubarkan hajatan yang digelar warga di kampung pada hari Minggu lalu. Menurutnya, ada empat hajatan warga yang dibubarkan. Yakni di Semanggi, Joyontakan, Joyosuran dan Mojosongo.
Sementara itu berdasarkan data terakhir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, hingga Selasa ini jumlah komulatif kasus terpapar di Solo mencapai 18.103 orang. Dari jumlah tersebut 13.707 sembuh, 3.000 menjalani isolasi, 286 mendapatkan perawatan di rumah sakit dan 721 lainnya meninggal dunia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya