Gerombolan pemuda mabuk berkelahi, satu tewas dibacok
Merdeka.com - Julius Darmawan (37) warga Desa Kebun Jati, ditemukan tewas mengenaskan di dekat rel kereta api Baturaja, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Julius tewas setelah terlibat perkelahian antar-pemabuk pada Minggu (23/3) malam.
"Julius ditemukan tewas akibat luka bacokan di bagian kepala, luka tusuk di dada kiri dan kanan serta perut," kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Mulyadi, seperti dilansir Antara, Senin (24/3).
Mulyadi menjelaskan, perkelahian tersebut diduga terjadi karena masalah sepele. Julius berkata kasar di warung tuak milik pelaku, Ti usai pesta minuman keras. Karena semua sedang mabuk, maka perkelahian tak dapat dihindarkan.
Mulyadi mengungkapkan, kelima tersangka awalnya tidak ada yang mau mengaku dan pura-pura bodoh saat ditanya oleh Kanit Pidum Polres OKU Iptu Yuliko Saputra seputar perkelahian antar-pemabuk itu. Namun, saat gudang di belakang warung tuak milik Ti digeledah, polisi menemukan sebilah badik yang masih ada darahnya.
"Saat diperlihatkan senjata tajam tersebut akhirnya tersangka Ti mengakui perbuatannya dan menyebutkan nama-nama temannya yang terlibat dalam kasus pengeroyokan itu," katanya.
Sementara, keterangan salah seorang tersangka, An (36) warga Dusun Baturaja Lama saat ditemui mengatakan, dirinya bersama ketiga temannya yakni Wi (38) warga Kelurahan Kemala Raja, Sap (54) dan Jal (36), keduanya warga Dusun Baturaja Lama seperti biasa berkumpul di warung tuak milik Ti (45) di dekat Stasiun Kereta Api (KA) Baturaja.
"Kami kumpul pada Minggu (23/3) sekitar pukul 21.00 WIB. Kami memang sudah langganan sering minum tuak di sana, tiba-tiba datang Julius ikut minum tuak," ungkap An.
Mungkin pengaruh minuman keras, Julius tiba-tiba memukul wajah Sap sebanyak tiga kali. Melihat keributan itu anggota Dem POM yang kebetulan sedang berjaga di posnya langsung memisah dan mendamaikan agar masalah tersebut tidak diperpanjang, serta menyuruh Julius segera pulang ke rumahnya.
Selanjutnya sekitar pukul 22.00 WIB, An ditelepon temannya yang memberitahukan kalau Wi dan Sap kembali ribut dengan Julius di dekat rel kereta api di Desa Saung Naga. Secara spontan dia bersama Ja dan Ti mengambil batu untuk memukul kepala korban.
"Kami sama sekali tidak menyangka kalau Julius tewas. Sebab malam itu usai kami pukul pakai batu, Julius terlihat berlari dengan kencang. Kami tidak melihat luka-luka di tubuhnya. Justru Sap yang terlihat terluka parah," kata An.
Kelima tersangka akan dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya seseorang subsider pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya