Gerindra: Perbudakan di Tangerang termasuk perdagangan manusia

Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Senin, 6 Mei 2013 11:08




Gerindra: Perbudakan di Tangerang termasuk perdagangan manusia
Pabrik kuali Tangerang. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Peristiwa kejam terjadi pada puluhan pekerja buruh pabrik kuali di kawasan Tangerang, Banten. Mereka dipekerjakan seperti budak tanpa dibayar dan isolasi dari lingkungan luar.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku prihatin atas peristiwa kejam ini. Kasus ini, kata dia, menunjukkan bahwa perbudakan masih berlanjut di era modern.

"Kasus Tangerang menunjukkan bahwa perbudakan modern masih terus berlangsung. Kami yakin, ini fenomena puncak gunung es. Perbudakan lain juga masih banyak terjadi. Biasanya dalam kasus lebih besar, bisa melibatkan sindikat human trafficking internasional," jelas Fadli dalam rilis yang diterima merdeka.com, Senin (6/5).

Fadli mengungkapkan, pada tahun 2012, berdasarkan laporan Trafficking in Persons Report, Indonesia adalah negara sumber utama, tujuan, dan transit bagi perdagangan seks dan pekerja paksa perempuan dan anak-anak.

"Lebih dari 1.6 juta pekerja ilegal asal Indonesia bekerja di luar negeri. Dan 69 persennya adalah wanita bahkan masih banyak anak-anak. Sebagian di antara mereka dipekerjakan secara eksploitatif sebagai tenaga seks," tuturnya.

Selain dipekerjakan paksa di sektor pertambangan dan perikanan di daerah pedalaman, lanjut dia, mereka juga dipekerjakan sebagai tenaga seks di wilayah operasi penambangan di beberapa provinsi.

"Terjadi peningkatan jumlah anak yang dieksploitasi di beberapa wilayah di Sumatera," terang dia.

Oleh sebab itu, dia meminta agar aparat penegak hukum menindak tegas pelaku perbudakan yang terjadi dalam kasus pabrik kuali di Tangerang.

Selain itu, Fadli juga meminta agar segera mengambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

"Pemerintah juga harus ada langkah lebih serius mencegah dan menindak kejahatan ini secara sistematis. Perlu tingkatkan kewaspadaan masyarakat dan training bagi aparat penegak hukum. Modus perbudakan modern masih banyak di tengah globalisasi," tandasnya.

[lia]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Dua jenderal polisi aktif diisukan jadi menteri Jokowi
  • Tak terima Amien Rais diruwat, PAN lapor Bareskrim Mabes Polri
  • Warga heran foto Presiden Jokowi langka di Cianjur
  • Calon menteri Jokowi juga ditentukan dinamika politik di KIH
  • Gairah seks anjlok setelah melahirkan? Ini cara mengatasinya!
  • Terlilit utang, Hanan gantung diri di dapur rumah
  • Musirah, jamaah haji asal Kebumen meninggal di pesawat
  • Sultan Hamengkubuwono X: Kabinet Jokowi-JK harus tahan banting!
  • Usai mandi di gorong-gorong, kakek tewas tersambar KRL
  • Honda P25 1966 Chicara Nagata, 'bukan motor biasa'!
  • SHOW MORE