Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gerindra: Novanto orang bersih, Ketua KPK jangan berpolitik

Gerindra: Novanto orang bersih, Ketua KPK jangan berpolitik Edhy Prabowo. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyayangkan terpilihnya Setya Novanto sebagai ketua DPR karena politikus Golkar itu berpotensi mempunyai masalah hukum.

Menanggapi pernyataan itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo mengatakan, Abraham sebagai ketua KPK tidak baik mengomentari proses politik di KPK.

Menurut dia, Abraham jangan ikut-ikutan dalam berpolitik praktis. "Saya pikir ketua KPK enggak etis dong, kalau komentar pribadi silakan saja, walaupun tidak etis. Kalau ada hubungan dengan hukum silakan periksa, kami tidak tawar menawar hukum harus tegak," ujar Edhy di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/10).

Edhy menilai, soal proses hukum harusnya tidak dikomentari. Kalau memang bermasalah, lanjut dia, silakan dipanggil dan tak perlu berkomentar.

"Saya mengenal Pak Nov, orang baik, orang bersih yang saya kenal, tidak banyak bicara selalu berbuat," imbuhnya.

Edhy menyatakan, kalau untuk proses hukum silakan dibawa ke ranah hukum dan buktikan. Bukan justru berkomentar dan dipolitisir.

"Kalau memang ada soal kan diperiksa, ini kan negara hukum, jangan campur aduk hukum dan politik," pungkasnya.

Seperti diberitakan, KPK menyesalkan terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR periode 2014-2019. Sebab, kata Ketua KPK Abraham Samad, Setya berpotensi mempunyai masalah hukum.

"KPK sangat prihatin dan menyesalkan terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR, karena yang bersangkutan punya potensi mempunyai masalah hukum dan bisa merusak citra DPR sebagai lembaga terhormat," kata Abraham melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta.

Sebenarnya, kata Abraham, KPK menginginkan ketua DPR yang terpilih adalah orang yang bersih dan tidak punya keterkaitan dengan kasus-kasus hukum.

"Jadi KPK juga kecewa dengan terpilihnya ketua DPR baru, namun demikian kita tetap menghargai proses sudah terjadi di DPR," kata Abraham. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP