Gerindra berang moratorium TKI ke Saudi bakal dicabut
Merdeka.com - Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri DPP Partai Gerindra, Irawan Ronodipuro mengatakan, partainya secara tegas menolak penghentian moratorium antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi terkait pengiriman TKI. Pasalnya, keselamatan tenaga kerja Indonesia di Saudi belum terjamin sepenuhnya.
"Janganlah kita menempatkan tenaga kerja kita sebelum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi. Apakah pemerintah Arab Saudi dapat menjamin keselamatan tenaga kerja kita di sana? Hal ini kan belum bisa dipastikan. Jangan sampai nantinya justru akan menambah masalah baru," ujar Irawan, Rabu (19/2).
Lebih lanjut, Irawan menegaskan, pemerintah Indonesia mempunyai kewajiban untuk melindungi seluruh rakyatnya, termasuk rakyat yang bekerja di luar negeri.
"Jangan sampai pemerintah membahayakan rakyatnya sendiri. Sampai saat ini persoalan TKI masih banyak yang belum selesai," jelas Irawan.
"Dengan tegas, Gerindra menyatakan bahwa penghentian moratorium TKI Arab Saudi adalah sebuah kesalahan besar," tandasnya.
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi berencana untuk menandatangani perjanjian bilateral (Memorandum of Understanding/MoU) terkait penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Rencananya MoU kedua negara tersebut akan ditandatangani di Riyadh, Arab Saudi pada hari ini, Rabu (19/2). Artinya, moratorium atau penghentian sementara pengiriman TKI ke Arab Saudi itu bakal segera diakhiri.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya