Gerebek judi, kok cuma empat polisi?

Reporter : Eko Prasetya, Didi Syafirdi | Jumat, 29 Maret 2013 07:29




Gerebek judi, kok cuma empat polisi?
Kapolsek Dolok Pardamean. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Yonas Siahaan bersama tiga anak buahnya tak kuasa membendung keganasan ratusan warga. Kala itu, warga Desa Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamen, Simalungun, Sumut, tersulut emosinya mendengar teriakan maling.

Rabu malam kemarin menjadi hari yang nahas bagi Andar. Bagaimana tidak, Andar yang berniat menangkap bandar judi justru menjadi korban. Sebabnya, oleh istri salah seorang pelaku, Andar diteriaki maling kerbau.

Andar mencoba menyelamatkan diri kabur dengan mobilnya. Namun apes, karena panik mobil itu masuk ke dalam parit. Andar tewas dihakimi massa, sedangkan tiga anak buahnya berhasil kabur.

Memang apa yang dilakukan Andar sungguh mulia, namun dia bergerak tanpa melakukan persiapan yang matang. Entah nekat atau menganggap enteng, Andar menjalankan tugasnya tanpa meminta bantuan pasukan dari Polres ataupun Polda.

"Kapolsek itu sudah tiga tahun, mungkin terlalu percaya diri," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Suhardi Alius kepada merdeka.com, Jumat (29/3).

Menurut Suhardi, dengan adanya kejadian tersebut bisa menjadi pengalaman bagi polisi lain dalam menjalankan tugasnya. Suhardi juga mengingatkan bahwa perlawanan terhadap petugas setiap saat bisa muncul.

"Ini pelajaran, harusnya lebih berhati-hati. Sebaiknya berkoordinasi dengan Polres setempat," katanya.

Memang, saat massa sudah semakin tak terkendali Andar sempat menghubungi Kapolres Simalungun untuk meminta bantuan. Namun upaya itu terlambat, karena kondisi medan yang cukup jauh.

"Pas bantuan tiba, kapolsek sudah dihakimi massa," tutur Suhardi.

Kini, polisi sudah mengamankan 75 orang yang diduga terlibat pengeroyokan. 16 Orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Para tersangka itu termasuk warga yang meneriaki kapolsek dan anggotanya sebagai maling. Juga yang memukul dan menarik korban," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro.

Polisi menjerat para pelaku dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Penetapan pasal tersebut, lantaran para pelaku disinyalir sengaja menghabisi nyawa Andar.

"Tadi saya katakan, peristiwa awalnya setelah ditangkap, dikejar, kapolsek sudah sempat kewalahan. Setelah dilepas tapi kapolsek masih dikejar. Ada upaya menghabisi nyawa," ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Agus Rianto.

[did]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kapolsek Dikeroyok

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kodam Jaya bantah gerebek eks asrama di Cawang buat gusur warga
  • Scholes: Man City akan depak Barca dari Liga Champions
  • Menteri Puan heran masih ada pedagang simpan uang di ketiak
  • Tujuh bulan perjuangan untuk 'melahirkan' para pendekar
  • Dubes Inggris: orang Indonesia suka malu-malu
  • Kapal kargo berisi sembako dan motor, tenggelam di sungai Siak
  • Inikah high heels paling buruk rupa di dunia?
  • Aparat TNI-Polri gerebek bekas asrama militer, 7 orang ditangkap
  • Di Serang trotoar jadi tempat dugem, banyak cewek berbaju seksi
  • Ketika Jokowi bicara tentang Tuhan di akhir pekan
  • SHOW MORE