Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Geram masalah sampah, warga blokade jalan menuju TPA Gianyar

Geram masalah sampah, warga blokade jalan menuju TPA Gianyar Warga hadang truk masuk TPA Gianyar. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Emosi warga terhadap buruknya pengelolaan sampah di Temesi Gianyar, memuncak. Kemarahan mereka terhadap janji-janji pemerintah yang tidak pernah ditepati, diluapkan dengan cara mengadang akses masuk jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) di Gianyar.

"Lebih dari sepuluh tahun tuntutan kami tidak didengarkan. Hanya janji saja kami dapatkan, lihat lahan irigasi tercemar. Sawah kami tercemar, polusi sampah bikin kami mulai sering terkena penyakit. Mana janji pemerintah untuk kami," teriak salah seorang pemuda di batas desa menuju jalur pembuang akhir, Senin (8/8).

Puluhan warga ini mengadang sejumlah truk sampah yang akan masuk TPA. Akibatnya, belasan truk penuh sampah terpaksa parkir di pinggir jalan masuk menuju lokasi pembuangan.

"Kami tidak tahu masalah, makanya kami memilih menunggu saja. Beberapa teman kami memilih putar balik dan untuk sementara parkir di Lapangan Astina dan ada pula di depan Puri Agung Gianyar," ungkap I Wayan Nama, sopir truk sampah dari Desa Ketewel.

Aksi warga ini dikatakan, I Ketut Berata selaku Kelian Pagesangan, Temesi, Gianyar lantaran sejak dibukanya TPA Temesi pada tahun 2000, banyak permasalahan yang ditimbulkan.

Lanjutnya, hingga tahun 2007 warga Desa dan Subak (kelompok tani) mengajukan sejumlah tuntutan bersama dan disanggupi oleh Pemkab Gianyar.

"Kenyataannya hingga sekarang ini, banyak harapan warga kami diabaikan. Tidak ada yang muluk-muluk, tuntutan kami hanya sebatas ingin kehidupan kami nyaman seperti desa lainnya, tidak penuh penyakit," ungkapnya yang ikut dalam aksi itu mendukung warganya.

Kata Berata, tuntutan warga yang pernah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar di Bali, seperti pembangunan tembok pembatas, pembangunan akses jalan subak yang terhambat sampah, perbaikan saluran irigasi yang tercemar, permasalahan anjing liar, serta perhatian kepada parahyangan subak.

"Bebetapa hari lalu, kami sudah pernah meyampaikan ini ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai leading sektornya. Namun tidak juga ada tanda-tanda pemenuhan," tambahnya.

Terkait aksi ini, Kepala DKP Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra yang turun ke lokasi lantas mengarahkan warga ke aula di TPA untuk duduk bersama. Seperti biasa untuk meredam emosi warga, dalam pertemuan itu pihak DKP hanya bisa memberikan janji untuk memenuhi apa yang jadi kemauan warga secepatnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP