Gerakan Politik Hijau, Kader PDIP di Daerah Didorong Daur Ulang Sampah
Merdeka.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh kader partainya untuk benar-benar melaksanakan politik hijau. Tujuannya untuk mencintai serta melestarikan lingkungan.
Imbauan itu ia disampaikan di tengah masyarakat berbagai kota di Indonesia sedang mengalami bencana banjir. Serta kerap dianggap sebagai salah satu wujud kurang sempurnanya kerja-kerja pelestarian lingkungan selama ini.
Pegiat Lingkungan, Swietenia Puspa Lestari, berharap misi mulia yang dilakukan PDI Perjuangan (PDIP) dapat diikuti oleh partai lain. Gerakan cinta lingkungan yang diinisiasi PDIP yakni mencanangkan 'Cinta Ciliwung Bersih' merupakan kebijakan yang konkret menyelamatkan keberadaan sungai paling vital itu bagi keberlangsungan hidup manusia.
Hal itu dikatakan perempuan yang akrab disapa Tenia saat hadir pada dialog atau talkshow dengan tema Politik Hijau yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan secara virtual. Acara ditayangkan secara langsung dari youtube resmi @pdiperjuangan dan akun facebook @pdiperjuangan.
"Tentunya saya sangat senang, dan terima kasih sudah dihadirkan diajak berbicara di sini. Sekali lagi saya merasa, ini merupakan langkah yang baik bisa dicontoh dengan partai- partai lain," kata Tenia, Sabtu (20/2).
Tenia yang fokus pada masalah sampah, sebetulnya berharap peran masyarakat yang benar- benar nyata demi menjaga lingkungan. Punya hobi menyelam, awal terjun menjadi aktivis lingkungan, ia mendapati, banyak sampah ternyata dibuang masyarakat ke laut. Ini terjadi karena ketidaktahuan dan minimnya informasi.
Lewat organsisasi Divers Clean Action, lembaga yang didirikannya, pendampingan dan pelatihan hingga kampanye intens diberikan supaya masyarakat bisa memilah sendiri sampah rumah, sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir atau TPA.
Ia juga memuji, langkah kantor pusat PDIP yang meniadakan sampah plastik sekali pakai, seperti kemasan botol air mineral dan menyiapkan tempat isi ulang air minum.
"Mungkin bisa step up yaitu memilah sampah dari rumahnya masing- masing, kantornya masing, sehingga sampahnya bisa dimanfaatkan dan diaur ulang lebih banyak," kata Tenia yang beberapa waktu lalu masuk dalam daftar 100 perempuan inspiratif versi BBC.
Di kesempatan yang sama, CEO Greenhope Tommy Tjiptadjaja, mengatakan bahwa persoalan lingkungan saat ini bukan hanya pekerjaan rumah yang ditanggung pemerintah semata.
Soal lingkungan, kata dia, terbukti bukan hanya sekadar membangun kesadaran masyarakat. Justru lewat Greenhope, ia bisa membuktikan, sektor lingkungan mampu berkembang jadi unit usaha menguntungkan.
"Sebenarnya kalau kita bicara lingkungan, kita kan bicara rumah tinggal kita. Kita bicara diri kita, anak cucu kita. Sebenarnya orang-orang harus melihat diri kita, harus mau menjaga lingkungan. Harus mau membuat gimana lingkungan kita lebih baik lagi," kata Tommy.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya