Gerak Cepat Polisi Ungkap Pembunuhan Bapak dan Anak yang Dibakar di Mobil
Merdeka.com - Pembunuhan sadis yang dilakukan AK terhadap suaminya Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya M. Adi Pradana alias Dana (23) menghebohkan publik. Setelah dihabisi, dua korban dibakar di dalam mobil daerah Sukabumi, Jawa Barat.
Pembunuhan ini diduga terencana. Pelaku telah menyewa empat orang sebagai eksekutor. Lalu bagaimana cara polisi mengungkap kasus ini? Berikut ulasannya:
Tangkap Otak Pembunuhan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetelah mengetahui adanya kasus pembunuhan sadis di Sukabumi, polisi bergerak cepat memburu otak dari kasus tersebut. Rupanya aktor utama pembunuhan itu ialah AK, yang tak lain istri korban. Tak berlangsung lama, polisi berhasil menangkap AK. Selain menangkap pelaku, polisi menyita mobil Toyota Calya Nopol B 2620 BZM, selimut berbau bensin dan ponsel tersangka. Mobil itu tercatat atas nama pelaku AK.
"Otak pelaku berhasil diamankan yaitu Sdri AK umur 35 tahun tidak lain adalah istri dari korban Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili umur 54 tahun dan merupakan Ibu tiri dari korban M. Adi Pradana alias Dana umur 23 tahun," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi dalam keterangannya.
Bekuk Dua Eksekutor
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDalam pembunuhan sadis, AK tak beraksi sendiri. Dia menyewa empat orang untuk menjadi eksekutor perbuatan keji itu. Keempat orang itu dibayar Rp500 juta, namun baru Rp130 juta dibayarkan.
Setalah melakukan pengejaran, polisi menangkap dua eksekutor. Dua orang lagi masih diburu.
"Sudah (dua orang eksekutor ditangkap) oleh Polda Metro Jaya dan tim gabungan Polres Sukabumi," ucap Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi saat dikonfirmasi, Selasa (27/8/2019).
Sayangnya, Nasriadi enggan mengungkapkan secara jelas identitas dua eksekutor tersebut.
Korban Diculik Lebih Dulu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebelum dihabisi, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan Adi Pradana alias Dana (23) lebih dulu diculik dan dilumpuhkan di rumahnya kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah dieksekusi dua korban diletakkan di SPBU Cirendeu dalam keadaan sudah meninggal. Para eksekutor menyuruh AK untuk mengambil mobil dua jenazah yang sudah dibunuh.
Keesokkan paginya, AK dan anaknya KV menjemput bola mobil berisi dua mayat bapak dan anak tersebut. "Kemudian pagi pada tanggal 25 Agustus hari minggu pukul 07.00 pagi AK dan anaknya KV mengambil mobil yang sudah berisikan mayat tersebut, dan membawa mayat itu ke Cidahu. Di TKP, AK membeli satu botol bensin dan menyerahkannya ke anaknya KV untuk membakar mobil tersebut," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi dalam keterangannya.
Otak Pembunuhan Ingin Kuasai Harta
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTeka teki motif pembunuhan sadis yang dilakukan AK terungkap. Ternyata AK tega melakukan pembunuhan itu lantaran ingin menguasai harta suaminya, Edi Chandra Purnama alias ECP (54).
"AK ini istri kedua dari korban. Dari keterangan, motifnya ingin menguasai harta suaminya, semua atas nama suaminya, rumahnya atas nama suaminya, sekaligus menghilangkan ahli warisnya anak kandung suaminya," Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi saat dihubungi, Selasa (27/8).
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya