Gerah dituding syirik, Bupati Dedi beralih urus krisis air bersih
Merdeka.com - Perdebatan tentang gaya kepemimpinan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, yang dianggap menjurus kepada praktik syirik terus bergulir. Dedi nampaknya mencoba menyangkal seluruh tudingan itu dan mulai gerah disudutkan.
"Saya senang dikritik. Misalnya ada anak dari keluarga miskin tidak sekolah, masyarakat miskin sulit mendapatkan jaminan kesehatan, atau ada rumah warga yang roboh tidak diperbaiki oleh pemerintah. Jadi mending bicara yang real saja" kata Dedi di Purwakarta, Jumat (4/12).
Dedi melanjutkan, soal keberadaan patung, dia menyangkal hal itu dijadikan sesembahan. Namun, dia beralasan patung itu merupakan penghias taman kota.
"Patung kan tidak jadi problem, tidak ada orang disuruh nyembah patung. Patung adalah aset daerah, sehingga kita harus menjaganya," imbuh Dedi.
Menurut Dedi, ada masalah besar dihadapi Purwakarta saat ini. "Darurat kemusyrikan dari mana? Kalau darurat air bersih benar," ujar Dedi.
Dedi mengatakan, buat mengatasi persoalan air bersih, tahun depan dia menjanjikan Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan mengucurkan duit Rp 30 miliar. Hal itu ditambah dengan anggaran yang dimiliki desa, sebesar Rp 600 juta tiap desa.
"Saya lebih senang bicara bagaimana melayani masyarakat. Nanti untuk menangani permasalahan air bersih, kita siapkan anggaran sebesar Rp 30 miliar," ucap Dedi.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya