Genjot Vaksinasi Covid-19, Dinkes Kabupaten Boyolali Jemput Bola ODGJ
Merdeka.com - Pemkab Boyolali melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menggenjot vaksinasi Covid-19 dengan menyisir Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di tiap desa. Kepala Desa Pagerjurang (Kecamatan Musuk) Nur Amin di Boyolali mengatakan 858 warga setempat, termasuk enam ODGJ mendapatkan vaksin dari pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19.
"Semua warga, termasuk ODGJ, merupakan warga yang perlu dilindungi di bidang kesehatan. Untuk memenuhi target secara maksimal, dilakukan kegiatan vaksin ODGJ dengan cara mendatangi dari rumah ke rumah warga. Ada enam ODGJ sudah bisa terlaksana semua divaksin," katanya, Kamis (14/10).
Warga Desa Pagerjurang melakukan vaksinasi dosis kedua dengan merek Sinovac sejumlah 250 dosis. Capaian vaksinasi di Desa Pagerjurang telah menembus angka sekitar 91 persen dari total target sasaran 940 orang.
"Tercatat dari 940 sasaran di Desa Pagerjurang, sudah 858 sasaran yang telah berhasil divaksin dan sisanya akan dilakukan vaksinasi dari rumah ke rumah," katanya.
Kepala Desa Sumur (Kecamatan Tamansari) Sri Prihatin mengatakan vaksinasi yang digelar di balai desa setempat merupakan dosis kedua dengan jumlah 308 sasaran.
"Capaian vaksin di Desa Sumur itu, seluruhnya sudah sekitar 92 persen atau dari total target 2.404 sasaran yang sudah tervaksin 1.557 sasaran. Kami selalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa vaksin itu memang untuk kekebalan imunitas tubuh," katanya.
Pemerintah Desa Sumur selalu memberikan sosialisasi kepada warga yang belum melakukan vaksin agar secepatnya disuntik vaksin untuk memberikan kekebalan kelompok dari penularan Covid-19.
Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mencatat cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di daerah itu 75,88 persen dari total target 835.772 sasaran.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Teguh Tri Kuncoro menjelaskan cakupan vaksinasi dosis dua 260.320 sasaran atau sekitar 31,15 persen, sedangkan dosis ketiga 5.057 sasaran atau 0,60 persen.
Dinkes Boyolali bersama jajaran dan didukung TNI-Polri serta elemen lainnya terus melakukan program "Grebek Vaksinasi" untuk percepatan vaksinasi dengan cara menyisir setia desa untuk membentuk kekebalan kelompok dari penularan virus corona baru di wilayah itu.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya