Generasi Muda Diingatkan Tak Mudah Terprovokasi, Harus Jaga Keutuhan Bangsa
Merdeka.com - Masyarakat Indonesia khususnya pemuda-pemudi diingatkan untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan serta persatuan dalam menangkal upaya pecah belah. Jika berpegang pada ideologi Pancasila generasi muda tidak diyakini tak mudah terpengaruh ajaran menyesatkan.
"Para pemuda kita dapat belajar dan melihat bahwa tokoh-tokoh kita ini dalam membentengi dan melindungi bangsa dari pengaruh ideologi lain sudah betul-betul harga mati. Jangan sampai ada tawar menawar lagi," ujar Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Faisal Abdullah dalam keterangannya, Senin (2/11).
Faisal menyampaikan untuk merefleksi kembali Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari harus menemukan satu titik yang namanya satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Selain itu anak-anak muda juga mempunyai daya tangkal yang baik dalam membentengi dirinya.
Faisal juga mengatakan bahwa di era sekarang ini generasi muda jangan mudah terprovokasi karena sangat berbahaya bagi persatuan bangsa. Hal ini terjadi, lanjutnya, karena masih minimnya literasi dimiliki para anak muda sehingga mudah termakan hoaks dan ujaran kebencian di media sosial
"Generasi muda ini tentunya masih banyak yang jiwanya labil. Bahkan di masyarakat luas sendiri juga masih rendah literasinya sehingga mudah terprovokasi. Tentunya hal ini kita semua harus bersama-sama memberikan literasi positif agar terhindar dari konten-konten provokasi tersebut," jelasnya.
Faisal juga menuturkan pentingnya sosialisasi melalui IT karena banyak hoaks maupun ujaran kebencian yang beredar, seperti mengajak orang untuk melakukan radikalisme, atau hoaks yang membawa suatu ideologi agama tertentu. Hal ini kerap dipakai kelompok tertentu.
"Maka para tokoh tentunya berperan penting dalam menguatkan ideologi bangsa ini. Di mana kita ini harus selalu bersama dalam satu bangsa, satu bahasa. Kita tidak bisa mengatakan bahwa hal itu tidak demokratis, karena dalam masalah ideologi ini kita harus tetap satu, yakni ideologi Pancasila," tuturnya.
Ia menuturkan bahwa dalam berpolitik kita boleh berbeda pandangan atau berbeda pendapat. Tetapi dalam ideologi kita harus tetap satu jangan ada lagi pihak kanan atau ada pihak kiri.
"Karena ideologi Pancasila ini adalah harga mati," tandas Deputi I bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora tersebut. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya