Gempa Rusak Ratusan Rumah di Halmahera Selatan, 10 Orang Luka
Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data kerusakan yang diakibatkan oleh gempa 5,2 skala richter di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ratusan unit rumah rusak dan 10 orang luka-luka dalam peristiwa ini.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melaporkan bahwa enam kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan terdampak gempa. Pendataan kerusakan masih berlangsung di lapangan. Hingga saat ini tidak ada korban jiwa, namun 10 orang luka-luka.
"Per 28 Februari pukul 18.00 WIT, enam kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Bacan Barat, Bacan Timur, Bacan Barat Utara dan Bacan Timur Tengah," kata Raditya Jati dalam keterangannya, Senin (1/3).
Kerusakan rumah terbanyak terjadi di Kecamatan Bacan sebanyak 224 unit, lalu di Bacan Selatan 127 unit, Bacan Timur 47 unit, Bacan Barat Utara 11 unit, Bacan Timur Selatan 9 unit, dan Bacan Timur Tengah 9 unit.
"Jumlah rumah telah teridentifikasi namun belum terklasifikasi tingkat kerusakan," ujarnya
Selain itu, fasilitas publik juga rusak karena gempa. Rinciannya, sarana ibadah 5 unit, sarana pendidikan 2 unit, dan fasilitas kesehatan 2 unit.
Raditya melaporkan bahwa BPBD Kabupaten Halmahera Selatan telah mendirikan tenda pengungsi, seperti di halaman RSUD Labuha. BPBD masih mendata jumlah pengungsi.
"Masih ada warga yang harus mengungsi karena trauma dengan guncangan gempa," ujarnya.
BPBD Provinsi Maluku Utara juga telah memberikan bantuan logistik makanan yang masih mencukupi sampai 14 hari ke depan.
Sebelumnya, BNPB melaporkan bahwa gempa bumi mengguncang Halmahera Selatan pada Jumat (26/2) pukul 18.02 WIB. Guncangan berlangsung selama 2 menit 3 detik.
BMKG merilis bahwa gempa ini tidak memicu terjadinya tsunami. "Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah akibat guncangan kuat. BPBD juga melaporkan bahwa lampu padam," tutupnya.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya