Gempa Gunung Agung menurun, asap pekat setinggi 300 meter muncul
Merdeka.com - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Karangasem, meningkatkan munculnya asap pekat dari permukaan kawah gunung Agung. Asap pekat yang disebut Sulfatara hingga melambung setinggi 300 Meter.
Asap pekat itu terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Agung, Senin (16/10) sekira pukul 06.00 WITA.
Dari data KESDM, Badan Geologi, PVMBG hingga pujuk 06.00 WITA, secara visual asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 200-300 meter di atas kawah puncak.
"Tadi secara visual ya asap sulfatara dengan mencapai ketinggian 200 sampai 300 meter dari puncak. Masih putih warnanya putih agak tebal. Ini akibat hujan deras yabg terus mengguyur, mungkin tinggi volume air masuk ke dalam kawah," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gede Suantika, Senin (16/10).
Dia menjelaskan, untuk kegempaan terjadi penuruna dari dua hari sebelumnya. "Kegempaan hari ini sedikit menurun dibandingkan dengan dua hari lalu. Dua hari yang lalu vulkanik dalam itu mencapai sekitar 700-an itu paling tinggi, hari ini masih berada di level 400 sampai 500," tukasnya.
Dia menerangkan, bahwa status Gunung Agung sampai saat ini masih berada dalam level awas. "Kondisi Gunung Agung sampai saat masih kritis. Dan berada pada level empat dalam arti masih awas," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya