Gempa di Larantuka Berpotensi Tsunami, Aktivitas Warga di Maluku Tetap Normal
Merdeka.com - Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 terjadi di Barat Laut Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Titik gempa berada 7.59 LS, 122.26 BT atau 112 km Barat Laut Larantuka, NTT dengan kedalaman 12 Km.
BMKG bahkan mengeluarkan peringatan dini terjadinya tsunami untuk sejumlah provinsi. Di antaranya Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Meski masuk ke daerah berpotensi tsunami, warga Maluku mengaku tak merasakan getaran gempa. Warga tetap beraktivitas normal seperti biasa.
"Aman sekali. Aktivitas berjalan seperti biasa. Bahkan banyak yang tidak sadar kalau ada gempa," kata George Raden Mas Said atau biasa disapa Joe, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (14/12).
Joe merupakan salah satu dokter di Puskesmas Laimu, Kecamatan Telutis, Kabupaten Maluku Tengah. Saat gempa mengguncang Larantuka, dia tengah bertugas melayani pasien di Puskesmas dan tak merasakan efek gempa.
"Iya sedang bertugas. Aman sekali," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, gempa bermagnitudo 7.5 mengguncang Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami, seperti dilansir dalam akun resmi twitter BMKG.
Gempa terjadi pukul 10.20 WIB. Berlokasi di 112 kilometer arah Barat Laut Larantuka, atau 7.59 LS dan 122.26 BT.
Pusat gempa berada di kedalaman 12 kilometer dari permukaan laut.
Peringatan dini tsunami berlaku untuk wilayah Maluku, Nusa Tenggara Barat, NTT, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
Hingga berita ini tayang, belum diketahui adanya dampak dari gempa tersebut. Namun BMKG telah memutakhirkan data gempa menjadi magnitudo 5,5.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya