Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gelombang El Nino menguat, curah hujan di Jateng Selatan kekeringan

Gelombang El Nino menguat, curah hujan di Jateng Selatan kekeringan kekeringan bekasi. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Jawa Tengah mengimbau kepada para pihak untuk mengantisipasi kekeringan yang mungkin terjadi hingga dua bulan ke depan. Kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah bagian selatan disebabkan faktor semakin menguatnya gelombang panas El Nino.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo mengemukakan saat ini gelombang panas El Nino menunjukkan kecenderungan menguat. Akibat gelombang El Nino ini, berdampak pada kurangnya curah hujan di bagian selatan Jawa.

"Curah hujan pada Juli hingga Agustus 2016 di bawah normal, artinya selama dua bulan ke depan kekeringan masih akan berlanjut," katanya, Selasa (7/6).

Perkiraan awal, pada Juni lalu, gelombang El Nino yang menyerang wilayah Indonesia, khususnya sejumlah wilayah di Jateng selatan, terpantau lemah. Namun dalam perkembangannya, kata Teguh, pada Juli hingga Agustus muncul gejala jika gelombang panas El Nino cenderung menguat sehingga menjadi El Nino sedang.

Ia mengemukakan, dampak lain dari gelombang El Nino menyebabkan beberapa wilayah menjadi rentan kebakaran hutan. BMKG juga mengimbau agar pihak-pihak di daerah mewaspadai terjadinya kebakaran hutan.

Lebih lanjut, ia menambahkan, gelombang El Nino hanya salah satu faktor pemicu kekeringan di Indonesia. Selain El Nino, ia menyebut kondisi suhu perairan yang masih cenderung antara hangat dan dingin makin menyulitkan untuk turun hujan.

Dari hasil monitoring BMKG,disebutkan perkembangan El Nino yang menguat akan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Selatan Jateng hingga selatan Yogyakarta. "Akibat adanya El Nino, diperkirakan awal musim hujan 2015 atau 2016 nanti di beberapa wilayah akan mundur," jelasnya.

Meski begitu, gelombang El Nino saat ini sudah mulai dirasakan warga, seperti ratusan hektar tanaman padi di Kabupaten Banyumas terancam puso dan sudah puso. Sedangkan di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga ribuan warga sudah mengalami kekurangan pasokan air bersih.

Kekeringan juga menyebabkan 700 keluarga di lereng Gunung Slamet kesulitan air bersih. Sementara itu di Kabupaten Cilacap, sebanyak 77 desa berpotensi mengalami krisis air bersih dan lahan persawahan mengering. Desa-desa yang terdampak tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Cilacap.

Bahkan, beberapa kecamatan di Cilacap sudah meminta bantuan suplai air bersih. Seperti di Desa Cimrutu Kecamatan Patimuan, yang dihuni sekitar 921 keluarga, sudah mengalami krisis air bersih. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP