Merdeka.com tersedia di Google Play


Geliat tari striptis dan prostitusi di Kota Minyak

Reporter : Abdul Aji | Jumat, 7 Juni 2013 07:00


Geliat tari striptis dan prostitusi di Kota Minyak
Ilustrasi wanita seksi. ©Shutterstock.com/katalinks

Merdeka.com - Kehidupan malam yang berlawanan dengan budaya Melayu dan ajaran semua agama marak di Kota Pekanbaru. Aktivitas itu berupa tarian striptis yang disuguhkan bagi para pengunjung Mp Club.

Malam itu, sang penari berjumlah enam orang didatangkan dari luar Pekanbaru. Mereka hanya mengenakan pakaian dalam, terlihat asik meliukkan tubuhnya dengan dentuman musik full house yang mengiringi tarian erotisnya di atas panggung.

Meski dilarang, tempat hiburan malam Mal Pekanbaru (MP Club) dan XP Club yang berada di Kota Pekanbaru, Riau ini sepertinya tidak peduli. Pengelola tetap menyajikan tarian striptis yang berkedok sexy Dancer untuk menghibur pengunjungnya.

"Kami tidak menetap di sini bang, sesekali ke luar menari di kota lain, ganti-gantian dengan penari lain," kata salah seorang penari saat berbincang di dalam MP Club.

Meski diakui suguhan tari erotis ini bukan sesuatu yang legal di Kota Minyak ini, bahkan praktiknya sudah lama berlangsung. Hal ini terlihat dari tatanan panggung yang ada di Mp Club sengaja dibuat untuk pertunjukan tarian yang mengundang nafsu birahi para lelaki hidung belang.

Wanita-wanita muda telanjang ini terus menari dengan gaya erotis seakan tidak peduli dengan keadaan sekelilingnya. Apa lagi mereka sudah terpengaruh minuman keras, tarian striptis semakin panas, sebagian pengunjung terlihat mengusungkan uang kertas pecahan lima puluh ribu dan seratus ribu.

Di sudut panggung terlihat salah seorang pengunjung memberikan selembar uang lima puluh ribu ke salah satu penari, kemudian penari tersebut memperlihatkan salah satu payudaranya beberapa detik dan menutupnya kembali.

Lain lagi dengan penari yang bertubuh kecil berparas cantik ini, ia terlihat kesal dipermainkan salah satu pengunjung. Pengunjung tersebut meminta ia membuka celananya sebatas lutut.

Dengan senang hati penari tersebut membukanya, kemudian pengunjung tersebut memberikan uang tips tersebut dengan menyelipkannya ke payudara penari, setelah satu jam berlalu penari tersebut menghilang ke belakang panggung. Ini menunjukkan pertunjukan sudah usai.

Menurut para penikmat hiburan malam di Pekanbaru, tarian striptis semacam ini bukanlah hal baru. Tidak hanya di MP, tapi sejumlah tempat hiburan lainnya di Pekanbaru juga biasa menyajikan hal demikian.

"Namun biasanya digelar sembunyi-bunyi," kata Deny salah seorang pengunjung.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, tarian mengundang syahwat ini diyakini sudah lama terjadi. Tidak hanya MP Club, sejumlah tempat hiburan lainnya di Pekanbaru juga biasa menyajikan hal demikian.

Selain tarian striptis, di XP Club juga rawan dengan peredaran narkoba. Ini terbukti setelah adanya informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkotika di tempat tersebut. Polisi berhasil meringkus 2 pengedar ekstasi di dalam room XP Club, pada Senin 20 Mei lalu.

Kedua pengunjung itu yakni Agustiar (42) dan Arnol (34) yang sedang asyik nyanyi sambil menelan ekstasi diringkus polisi. Bersama tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 49 butir ekstasi, 1/4 ons sabu, bong, pipet kaca dan mancis.

Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru AKP BE Banjarnahor SIK pada merdeka.com Selasa (21/05) siang, menegaskan, kasus ini masih dalam pengembangan pihak yang berwajib. Sebab, ada dugaan kasus ini melibatkan tersangka lain.

"Kita masih melakukan pengembangan. Sebab diduga masih ada tersangka lain yang terlibat," kata BE Banjarnahor.

Padahal sebelumnya, pada Februari 2012, Polda Riau berhasil menangkap tujuh wanita muda penari telanjang (striptis) dari sebuah tempat hiburan malam di Jalan Sudirman ujung Pekanbaru Senin dinihari (21/2).

Tempat hiburan malam yang operasionalnya baru diresmikan 19 Februari 2012 lalu itu yakni XP Club Exclusive digerebek aparat karena menyajikan tarian telanjang, itu jelas melanggar Undang-Undang Pornografi.

Lain lagi dengan cerita tari striptis di tempat hiburan malam diskotik XP club, yang ramai dikunjungi para pecinta dunia gemerlap (dugem). Di sana menghadirkan tari semi bugil (semi striptis). Para penari hanya memakai celana dalam dan bra saja. Di hadapan para penonton, penari-penari seksi itu melikukan tubuhnya dengan berbagai ragam model gerakan tariannya.

Sesekali penari turun dari panggung menghampiri pengunjung, dengan goyangan erotis dan memancing para pengunjung menjadi terpikat, spontan pengunjung mengelilingi penari sambil bersorak-sorak. Selang beberapa lama, penari tersebut kembali ke panggung dan menampilkan tariannya dengan berbagai gaya.

Selain penari striptis, tampak juga para tukang pukul yang mengawasi untuk mengantisipasi terjadinya keributan, "Selain para penari tersebut, ada juga wanita yang menjajakan dirinya kepada lelaki hidung belang, wanita-wanita yang dikenal dengan sebutan WTS (wanita tuna susila) tampak berpakaian semi telanjang yang mengundang syahwat lelaki hidung belang," ungkap Anton salah seorang pengunjung.

Para pengunjung yang didominasi kawula muda baik pria maupun wanita tersebut mulai kelihatan ramai saat jam menunjukkan pukul 01.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Selain tarian dan minuman keras, pengunjung juga dimanjakan dengan meja biliard, dengan ditemani wanita-wanita malam berpakaian seksi. Suasana semakin asyik dengan musik yang dimainkan oleh DJ.

XP club merupakan tempat hiburan paling megah di Kota Pekanbaru, yang izin operasionalnya atas nama M Haris Kampay, sedangkan pemilik modal dari XP club ini berinisial DH.

Baca juga:
Pelacuran berkedok pijat tradisional, 1 wanita ditangkap bugil
Masyarakat mesum di malam Isra Mi'raj, FPI marah
Tempat striptis terbesar di Pekanbaru diobrak-abrik polisi

[did]

KUMPULAN BERITA
# Prostitusi

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Prostitusi, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Prostitusi.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Ini kronologi ABG wanita suruh 2 teman cekik mertua sampai mati
  • Ketua DPW PPP Jatim: Saya memang salah apa kok sampai dipecat?
  • Sutan orang sibuk, jika gagal ke Senayan bakal kembali berbisnis
  • ABG wanita yang bunuh mertua beri upah dua teman Rp 1,7 juta
  • Ke Ponpes Nurul Falah Lombok, Dino dihadiahi kain Mataram
  • 10 Jalan paling berbahaya di dunia (II)
  • Tak pernah kecebur comberan, puisi Fadli Zon cermin kepalsuan
  • Sutan curhat: Suara saya tadinya di atas, tapi turun terus
  • Kimberly Ryder: Perkosa anak tk itu psycho
  • Lagi, kelompok bersenjata tembaki pos keamanan RI-PNG
  • SHOW MORE