Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Geliat penjual baju bola Piala Eropa

Geliat penjual baju bola Piala Eropa pernak pernik euro 2012. merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Eropa memang nun jauh di sana. Namun, atmosfer perhelatan Piala Eropa 2012 juga terasa sampai ke Indonesia. Para fans tak segan-segan begadang nonton bareng setiap laga di Benua Biru itu dengan memakai kaos dan atribut tim kesayangannya.

Aksi para fans dalam negeri ini yang kemudian dibaca oleh Komarudin, pengusaha konveksi rumahan di Jakarta Selatan. Dia mengaku kebanjiran pesanan kaos bola pada Piala Eropa kali ini.

Sejak dimulai hari Jumat Minggu lalu, dia mengatakan konveksinya mampu menjahit sekitar 100 potong baju perhari. Harga yang dibandrol pun tidak begitu mahal, hanya sekitar Rp 50 ribu perpotong untuk para pedagang. Bahkan sejak dimulainya Euro pada minggu lalu, dia kebanjiran pesanan dari berbagai wilayah sekitar 1000 potong atau setara dengan 50 kodi.

"Ya sudah sekitar 50 kodi dari berbagai wilayah yang pesan, biasanya dari Cipulir," terang Komarudin saat ditemui di konveksinya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6).

Tidak berbeda dengan Komarudin, penjual atribut Euro 2012 di sebuah Factory Outlet juga dibanjiri pembeli aksesoris berupa kaos. Bahkan para pembeli rela membayar mahal harga kaus bermerek original hingga Rp 500 ribu perpotongnya. Saking larisnya, kaus tersebut juga selalu kosong dan dicari karena diburu para pembeli.

"Di sini buat kaos bola peminatnya banyak Mas, untuk harga kaos Nike kita bandrol Rp 250 ribu juga laku keras," terang Fery kepala toko Factory Otlet di Jl Margonda Raya.

Namun hal tersebut tidak begitu dirasa oleh pedagang di sekitaran Cibinong, Bogor. Saat ditemui malam tadi, pedagang tersebut mengatakan bahwa penjualan kaus piala Eropa justru tidak begitu dirasa di wilayah sekitar dirinya berdagang. Kendati demikian batik dengan motif lambang asal Eropa justru dibanjiri para pembeli sejak satu bulan lalu.

"Kalau kaus Euro kurang tarik, tapi batik sejak 1 bulan lalu paling laku di sini," kata Rustam salah seorang pedagang.

Rustam menjelaskan, fenomena Piala Eropa untuk saat ini memang tidak begitu banyak peminat berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun ketika piala Dunia mencuat dan Indonesia resmi mengeluarkan kaus Tim Nasional dengan lambang Garuda justru hampir setiap hari dirinya meraup keuntungan. Pasalnya kaus tersebut laku keras di pasaran walau barang yang dijual kualitasnya bukan original seperti keluaran aselinya.

"Namanya juga kaos, pastinya orang cari yang murah apalagi sekarang bahan sama, cuma beda di merek," pungkasnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP