Gelar Pelatihan, Megawati Harap Tak Lagi Gagap Hadapi Bencana
Merdeka.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membuka pelatihan dasar manajemen bencana dan pengendalian bagi pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD dan DPC PDIP di seluruh Indonesia pada Selasa (28/9). Pelatihan itu kerjasama antara PDIP dengan BNPB dan Basarnas.
Megawati mendorong persiapan menghadapi bencana diperkuat supaya tidak morat marit ketika terjadi.
"Jadi saya harap kita tak lagi gagap. Harus tepat ketika memang perlu tanggap darurat," kata Megawati saat membuka pelatihan secara daring, Selasa (28/9).
Hal itu berasal dari pengalaman panjang Megawati menghadapi bencana. Sejak menjabat seabgai wakil presiden dan presiden, dan hingga saat ini sering terjadi negara ribut setelah bencana terjadi.
Untuk itu pelatihan persiapan bencana penting. Megawati menuturkan, telah memberikan instruksi agar Baguna mempersiapkan diri dalam penanggulangan bencana.
"Dalam instruksi DPP partai, saya selalu meminta Baguna mempersiapkan diri membantu penanggulangan bencana," kata Megawati.
Dalam kesempatan ini, Kepala BNPP/Basarnas Hendri Alfiandi mengatakan bencana memiliki sifat tidak bisa diprediksi. Karena itu siap siaga harus menjadi perhatian semua pihak untuk meminimalisir korban jiwa.
Apalagi di Indonesia identik dengan potensi bencana besar. Maka itu Basarnas bekerja mempersiapkan kekuatan dalam melaksanakan operasi tanggap darurat bencana. Pihaknya tak sendiri dalam melaksanakan tugas kemanusiaan itu. Masyarakat juga dilibatkan, termasuk dari TNI-Polri hingga unsur Baguna DPP PDIP.
"Harapan kami, tim Baguna yang sudah berkualifikasi, dapat bersama kami, selalu siap dalam melakukan operasi pencarian dan pertolongan dimanapun berada. Operasi pencarian dan pertolongan adalah misi kemanusiaan yang mulia. Mari ingat pesan Ibu Megawati Soekarnoputri. Kita bekerja segenap jiwa raga, penuh ikhlas membantu saudara kita yang tertimpa musibah di seluruh tanah air. Yang pasti apapun yang kita lakukan akan dicatat menjadi amal kebaikan dan jadi pahala di akhirat nanti," kata Henri Alfiandi.
Sementara itu Kepala BNPB Letjen (TNI) Ganip Warsito mengatakan pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan dan sikap Baguna dalam menanggulangi bencana di seluruh tanah air. Pihaknya berterima kasih kepada Megawati dan Hasto Kristiyanto yang membawa kader PDIP selalu tersedia untuk membantu operasi kemanusiaan penanggulangan bencana.
"Tantangan penanggulangan bencana yang dihadapi bangsa Indonesia akan terus terjadi di masa depan. Kondisi ini karena Indonesia berada di kawasan rawan bencana," kata Ganip.
"Untuk itu, seluruh elemen masyarakat perlu diberdayakan dan dilibatkan dalam penanggulangan bencana. Para relawan dalam membantu dan memfasilitai partisipasi masyarakat sangatlah penting. Keberadaan relawan Baguna sudah dirasakan masyarakat dalam berbagai kegiatan penanggulangan bencana," lanjut Ganip.
Diingatkannya, Presiden RI pertama Soekarno pernah menyampaikan bahwa belajar tanpa berpikir tak berguna, tapi berpikir tanpa belajar justru sangat berbahaya.
"Ini artinya sangatlah penting mengasah kemampuan dengan terus belajar, dan teruslah belajar," pungkas Letjen Ganip.
Pelatihan itu dihadiri Megawati secara virtual bersama Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Hadir Kepala BNPP/Basarnas Marsdya (TNI) Henri Alfiandi, Kepala BNPB Letjen (TNI) Ganip Warsito, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Sejumlah pengurus DPP PDIP juga turut hadir seperti Eriko Sotarduga dan Ribka Tjiptaning yang juga Kepala Baguna DPP PDIP, Wasekjen Arif Wibowo dan Sadarestuwati. Juga para kepala daerah dari PDIP seperti Ganjar Pranowo, Hanindhito Himawan Pratama dari Kediri, Santoso dari Blitar, dan Hevearita Gunaryanti Rahayu dari Semarang; sejumlah anggota DPR seperti Paryono, Samsu Niang, dan Vita Ervina; para anggota DPRD; serta perwakilan pengurus DPD/DPC PDIP seluruh Indonesia.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya