Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Geger sekte I Wayan Arka di Jembrana

Geger sekte I Wayan Arka di Jembrana Mediasi kasus penyerangan sekte sesat. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Sabtu (23/4) malam pekan lalu, suasana mendadak menjadi tegang di Dusun Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali. Banyak orang berkumpul di depan sebuah rumah.

Dengan mengenakan ikat kepala khas Bali, warga desa mengepung rumah milik I Wayan Arka. Penyebabnya, diduga di rumah itu berlangsung praktik sembahyang melenceng dari ajaran Hindu di Bali. Di kediaman Arka saat itu memang sedang berkumpul sekitar 1500 orang, dari berbagai daerah di Bali.

Warga desa saat itu dipimpin oleh pemimpin (Kelian) Dusun, I Ketut Mustika. Mereka bermaksud membubarkan persembahyangan di rumah Arka. Mereka merasa ritual dijalankan Arka dan pengikutnya bertentangan dengan adat Hindu dan adat Desa Pakraman setempat. Kelompok Arka bersembahyang menyembah patung aneh menyerupai raksasa, dan tempat persembahyangan juga bukan pura.

Sempat terjadi terjadi ketegangan antara warga dan kelompok Arka lantaran tidak mau dibubarkan. Satu peleton Dalmas Polres Jembrana, dibantu anggota personel Polsek Pekutatan tiba di lokasi untuk mengamankan situasi, sehingga situasi bisa dikendalikan. Alhasil, bentrokan berhasil dihindari.

Ketegangan itu mereda. Esok harinya, Minggu (24/4), warga menggelar musyawarah. Dalam pertemuan itu, dibahas soal latar belakang I Wayan Arka. Dia merupakan warga Ketewel, Gianyar, Bali yang tinggal dan menetap di Dusun Pengragoan Dauh Tukad, Desa Pengragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Arka menetap di Jembrana sejak 2015. Warga menyatakan dia melakukan pemujaan dengan caranya, dan dianggap sebagai aliran sesat. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP