Geger pernikahan sejenis di Bulukumba
Merdeka.com - SNH (19), perempuan warga Ere Lebu Barat, Bulukumba sebelumnya tidak menyangka pria yang dinikahinya ternyata seorang wanita. Rahmayani (28) yang bernama asli Rahmat Yani R memalsukan identitas saat menikahi SNH.
Keduanya menikah secara siri di penghulu yang juga seorang imam masjid setempat bernama Safaruddin, Minggu (17/9). Pernikahan sejenis ini terbongkar setelah ramai di media sosial.
Pernikahan keduanya berawal saat Syamsidar, ibu dari SNH, mengenalkan putri sulungnya itu ke Rahmat Yani melalui media sosial Facebook sekitar dua tahun lalu. Rahmat Yani saat itu berada di Kalimantan Timur. Hubungan berlanjut hingga akhirnya Rahmat Yani datang melamar SNH Bulan Februari 2017 didampingi Daeng Lajju Siga.
"Kedua orang tua gadis SNH ini menerima pinangan itu dengan kesepakatan uang belanja sebesar Rp 30 juta, emas 10 gram dan mahar sebidang tanah di Desa Patanro, Kecamatan Herlang, Bulukumba kampung asal Rahmat Yani," tutur Kepala Kantor Kemenag Bulukumba Ali Yafid saat dikonfirmasi, Jumat (29/9).
Pernikahan tersebut tidak mendapat izin dari Kelurahan Rahmat, sehingga proses dan pengawasannya pun tidak dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bonto Tiro.
"Setelah pernikahan berlangsung barulah diketahui jika pengantin laki-lakinya itu adalah seorang perempuan yang mengganti status dan jenis kelaminnya pada beberapa dokumen seperti KTP, SIM dari nama Rahmayani Ramlan menjadi Rahmat Yani R. Setelah pemalsuan identitas ini terbongkar, keluarga pengantin perempuan merasa tertipu, tersinggung dan mengusir laki-laki Rahmat Yani," jelasnya.
Resepsi pernikahan keduanya berlangsung meriah. Pengantin mengenakan busana adat Bugis Makassar berwarna merah jambu. Rahmayani dengan kostum layaknya laki-laki.
Kepala Satuan Reskrim (Kasat Reskrim) Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi menuturkan Rahmayani adalah seorang lesbian. Dia warga Kecamatan Herlang.
Awalnya Rahmat Yani tidak mendapat restu menikah dari keluarganya di Kecamatan Herlang. Pemerintah setempat juga tidak memberi restu karena tahu kalau Rahmat Yani sebenarnya perempuan bukan laki-laki.
Rahmat Yani kemudian minta restu keluarganya yang ada di Kecamatan Bonto Bahari dan akhirnya di sanalah mereka dinikahkan.
"Setelah viral di medsos itu, kita coba dalami. Rupanya Rahmayani menikahi perempuan bermodal KTP yang diterbitkan di Makassar dengan nama Rahmat Yani. Rahmayani ini lesbian," kata Iptu Deki Marizaldi.
Dalam keterangannya, Syamsidar mengaku awalnya keluarga tak tahu bahwa Rahmayani adalah perempuan. Selama ini, keluarga Syamsidar tidak menaruh curiga dengan Rahmayani.
Syamsidar melanjutkan, Senin (18/9) Kepala Lingkungan Ere Lebu Barat Andi Zaenal Abidin datang ke rumah mencari Rahmat.
"Saya juga saat itu menolak dipertemukan oleh keluarga Rahmat Yani karena masih sakit hati pernikahan anak saya tidak direstui. Yang saya tahu dari Rahmat kalau dia itu yatim piatu. Jadi saya bilang ke kepala lingkungan tunda dulu. Saya tidak tahu saat datang bertamu Magrib itu, apakah kepala lingkungan sudah curiga dengan Rahmat Yani atau belum. Tiba-tiba tengah malam sekira jam 2 dini hari (Selasa) tiba-tiba bapak lingkungan dan polisi datang menggeledah. Kaget sekali saat diberitahu kalau Rahmat itu perempuan. Saat penggeledahan itu ditemukan alat kelamin laki-laki buatan," tutur Syamsidar.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya