Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Geger penemuan mayat bayi, saat polisi olah TKP sang ayah datang

Geger penemuan mayat bayi, saat polisi olah TKP sang ayah datang Ilustrasi Bayi Dibuang. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Malang benar nasib Fajar Sulaeman. Bayi berusia 16 bulan tersebut tewas di tangan ibunya sendiri, yakni Fitriyanti (25). Fitri kini sudah diamankan Polsek Banjaran, Polres Bandung dan menjadi tersangka atas kematian darah dagingnya itu.

Terungkapnya kematian Fajar berawal ketika seorang warga, Ari melihat sesosok mayat bayi di Sungai Singaparaya, Kampung Ciceret, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada Rabu (5/4) lalu.

"Ari pada saat pulang bekerja membajak sawah di tempat kejadian perkara melihat mayat diduga mayat bayi," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Jumat (7/4).

Ari yang terkaget melihat sesosok mayat melaporkan pada warga lainnya Cucu Supriatna. Setelah itu, warga lainnya yang dibuat penasaran mendatangi TKP. Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Banjaran.

"Kapolsek Banjaran Kompol Susianti Rachmi bersama anggota Polsek Banjaran serta unit Inafis satserse polres Bandung mendatangi TKP," ujarnya.

Beberapa saat kemudian, usai olah TKP, datang pria bernama Dadang Sulaeman yang merupakan ayah korban. "Dadang mengakui itu merupakan anaknya," kata dia.

Pengakuan Dadang itu ditindaklanjuti kepolisian dengan memeriksa ‎istrinya tersebut. Fitriyanti pada polisi mengakui, bahwa bayi yang ditemukan di sungai Singaparaya adalah anak kandungnya.

"Sudah mengakui bahwa dia sudah membuang bayi tersebut dengan cara dilempar dari jembatan," tandasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP