Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gede Pasek minta Syarief Hasan fokus urus kasus videotron

Gede Pasek minta Syarief Hasan fokus urus kasus videotron Syarief Hasan. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Politikus Partai Demokrat Gede Pasek Suardika meminta atasannya di partai, Syarief Hasan fokus mengurus perkara hukum dugaan korupsi pengadaan reklame elektronik (videotron) yang diusut Kejaksaan Agung dan diduga melibatkan anaknya, Rivan.

Menurut dia, hal itu supaya setara dengan permintaan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono supaya Anas Urbaningrum yang saat itu menjadi tersangka supaya konsentrasi menghadapi proses hukum kasus dugaan suap pengurusan anggaran proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya.

"Kan dulu Mas Anas disuruh konsentrasi masalah hukum. Pak Syarief harus konsentrasi menghadapi kasus hukum seperti kasus videotron. Kan mesti telaten itu," kata Gede Pasek di Gedung KPK , Jakarta, Senin (3/2).

Pasek enggan berprasangka apakah Ketua Harian Partai Demokrat itu terlibat atau tidak dalam perkara. Tetapi menurut dia, sebaiknya Syarief mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah supaya citra partai tidak terseret-seret perkara itu.

"Tanya kejaksaan, tapi paling tidak perlu konsentrasi. Kalau lihat kasusnya cukup banyak itu. Di Kemenkop UKM ada, di Kementerian ESDM ada. Konsentrasilah lebih baik mereka di sana," sambung Pasek.

Sebelumnya, Kejati DKI Jakarta telah telah mengusut kasus pengadaan videotron di Kementerian Koperasi dan UKM. Dalam prosesnya, penyidik memanggil Rivan anak dari Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan sekaligus pemilik PT Imaje Media yang memenangkan proyek tender itu.

Dalam kasus korupsi yang telah merugikan negara sebesar Rp 17 miliar tersebut, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Koperasi dan UKM, Hasnawi Bachtiar, office boy PT Imaji Media yang dijadikan namanya sebagai direktur, Hendra Saputra, dan anggota panitia lelang, Kasiyadi.

Namun hingga kini keterlibatan Rivan tidak pernah diungkap oleh Kejati DKI. Kejati beralasan masih menunggu hasil audit dari BPK dalam kasus yang menjerat anak Menteri Syarief Hasan itu.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP