Gaya-gayaan dengan atribut TNI, mobil pikap dirazia POM
Merdeka.com - Polisi Militer Kodam Iskandar Muda (POMDAM IM) menggelar razia memeriksa kelengkapan surat kendaraan milik anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Baik kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas semua ikut diperiksa yang berlangsung di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Selain itu, POMDAM IM juga memberhentikan setiap kendaraan pribadi yang menggunakan atribut militer. Setelah diperingatkan, atribut TNI tersebut diminta untuk copot sendiri dan diingatkan agar tidak kembali mengulangi perbuatannya.
Seperti yang terjaring sebuah mobil pikap dengan nomor polisi BK 9015 RE yang menggunakan stiker TNI pada plat depan. Selain itu, sopir mobil tersebut juga menggunakan celana loreng milik TNI.
Anggota POM pun langsung memeriksa seluruh surat kendaraan tersebut, ternyata semua lengkap. Namun petugas langsung meminta sopir mobil tersebut untuk melepaskan stiker tersebut.
Selain itu ada juga sebuah mobil pribadi diberhentikan oleh anggota POM, karena terdapat sebuah topi mainan bertuliskan Provos. Setelah dilakukan pemeriksaan surat kendaraan, topi mainan tersebut dicopot dan disita.

Kasi Pemeliharaan Ketertiban (Hartib), POMDAM IM, Mayor CPM Hasanuddin S mengatakan, razia ini untuk menertibkan anggota TNI dalam berkendaraan. Baik menertibkan surat kendaraan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), STNK. Selain itu juga menertibkan kelengkapan surat kendaraan dinas kendaraan militer.
"Rata-rata anggota sudah melengkapi surat kendaraan maupun SIM, kalau ada yang tidak ada, kadang karena lupa dibawa, tetap kita tilang," kata Mayor CPM Hasanuddin S, Selasa (15/9) di Banda Aceh.
Terkait dengan penertiban atribut TNI pada kendaraan sipil, kata Mayor CPM Hasanuddin S, ini dilakukan untuk mencegah dipergunakan pada hal-hal yang merugikan institusi TNI. "Karena memang tidak boleh atribut TNI digunakan oleh selain TNI," ungkapnya.
Katanya, setelah diberitahukan dan diperingatkan kepada yang menggunakan atribut TNI tersebut agar tidak mengulangi lagi. Atribut tersebut kemudian diminta untuk dilepaskan sendiri.
"Kita suruh lepaskan sendiri, biar dia tahu bahwa apa yang dilakukan itu salah," tukasnya.
Saat razia berlangsung, ada sejumlah pengendara yang mencoba untuk melarikan diri. Bahkan ada satu pengendara motor menggunakan atribut militer juga berhasil lolos melarikan diri.
Demikian juga kebanyakan yang memutar balik arah, hingga berlawanan arah pengguna jalan yang berpakaian sipil. Padahal kawasan tersebut merupakan jalan yang padat dengan arus lalu-lintas.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya