Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara tawuran suporter, siswa SMA di Sukoharjo UN di rutan

Gara-gara tawuran suporter, siswa SMA di Sukoharjo UN di rutan Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang siswa SMA di Sukoharjo, Jawa Tengah berinisial SEP terpaksa mengikuti ujian nasional di Rumah Tahanan (Rutan) kelas 1 A Solo. SEP mengikuti ujian Bahasa Indonesia dan Geografi pada hari pertama didampingi ibu kandungnya.

Kepala Subsi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Rutan Kelas 1 A Solo, Slamet mengatakan, selama di rutan SEP mendapatkan bimbingan dari seorang guru narapidana. Pihaknya juga telah menyiapkan lokasi khusus untuk belajar dan kegiatan bimbingan bagi warga binaan ini.

"Kami mendapat surat dari kepala sekolah dan akhirnya kami menyediakan seorang guru yang kebetulan menjadi narapidana," jelas Slamet, Senin (4/4).

Slamet mengaku baru mendapatkan surat dari sekolah pada tanggal 29 Maret lalu. Mepetnya waktu pemberitahuan pelaksanaan ujian, membuat pihaknya hanya menyediakan guru pembimbing dari narapidana.

"Tahun sebelumnya kami memberikan layanan les privat dengan mengambil guru dari luar bagi warga binaan berstatus pelajar," katanya.

Slamet menjelaskan, siswa yang saat ini melaksanakan ujian di Rutan Solo merupakan siswa asal SMU swasta di Sukoharjo. Dia berstatus titipan Polresta Solo karena kasus keributan suporter sepakbola beberapa waktu lalu.

"Ia ikut melakukan perusakan di depan Pasar Nusukan serta terjerat pasal 170 KUHP," ucapnya.

Terpisah guru pendamping yang berstatus narapidana, Hariyono mengatakan selama membimbing SEP ia menggunakan ruang kantor rutan. Pelajaran diberikan pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP