Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara Rp 100 ribu, gadis diperkosa dan dibunuh

Gara-gara Rp 100 ribu, gadis diperkosa dan dibunuh mayat. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Gara-gara uang Rp 100 ribu, Lilik Andriana meregang nyawa di tangan saudaranya sendiri. Mahasiswi Fakultas Kebidanan ini dibunuh Aris Handoko Sumantri, ketika hendak berangkat kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Stikes Yarsis).

Sebelum kejadian nahas itu, Aris datang ke rumah saudara sepupunya itu, Rabu (4/4) sekitar pukul 06.30 di  Jalan Jemur, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur.

Pemuda 21 tahun itu datang untuk meminjam uang Rp 100 ribu kepada korban. Namun, mahasiswi semester dua itu tidak mau memberikan uangnya dan masuk ke dalam kamarnya.

Melihat ulah gadis 19 tahun itu, Aris pun geram dan menyimpan amarahnya sambil memandang sepupu perempuannya itu berlalu dari hadapannya. Ingin melampiaskan amarahnya, pelaku yang melihat korban keluar kamar langsung mencekiknya dari belakang. Sadar dalam bahaya, korban meronta lalu kabur masuk kamar dan mengunci pintu rapat-rapat.

Kebetulan saat itu, kondisi rumah korban sepi, karena kedua orang tua angkat korban berjualan bakso di lingkungan Polda Jawa Timur.

"Lalu saya keluar dan menutup pagar sambil membawa paving yang saya ambil dari samping pagar," aku dia kepada penyidik, Kamis (5/4) siang.

Paving itu kemudian ditaruh di kursi. Setelah itu Aris bermaksud ke kamar mandi. Tepat di dapur rumah korban, Aris melihat pisau dapur tergeletak di meja lalu mengambilnya dan menyelipkannya ke pinggang.

Pelaku melihat korban kembali keluar kamar menuju ruang tamu. Korban bersiap-siap berangkat kuliah sekitar pukul 08.00 WIB.

Karena pintu rumah ditutup rapat oleh pelaku, korban pun meminta kunci pada pelaku. "Pelaku tidak memberikan kunci yang diminta korban. Lalu Aris kembali mencekik leher korban hingga tak berdaya," terang Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto.

Tak berhenti sampai di situ, setelah melihat korban tak berdaya, pelaku lalu memperkosa korban. Setelah itu, pelaku menyayat lengan kanan korban dengan pisau dapur yang terselip di pinggangnya, agar seolah-olah korban mati bunuh diri.

Untuk memastikan korban sudah tak bernyawa, pelaku mengambil kain gorden dan menjerat leher korban.

Selanjutnya, pelaku melarikan diri ke Mojokerto dan ditangkap anggota Polrestabes Surabaya 15 jam setelah pembunuhan itu terjadi. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP