Gara-gara paha mahasiswi, kuli bangunan berurusan dengan polisi

    Reporter : Moch. Andriansyah | Rabu, 8 Mei 2013 00:09

    Gara-gara paha mahasiswi, kuli bangunan berurusan dengan polisi
    Ilustrasi rok mini. ©Shutterstock.com/Paul Butchard

    Merdeka.com - Lantaran tak kuat menahan nafsu saat melihat paha mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya, yang tengah tidur di kamar kosnya di kawasan Margorukun, Surabaya, Jawa Timur, Supriyanto (36) asal Kanor, Bojonegoro, nekat menyelinap masuk kamar dan hendak memperkosa gadis yang tersingkap pakaiannya tersebut.

    Aksi pria berprofesi kuli toko triplek ini gagal, lantaran korban DD (19), berteriak kencang ketika mengetahui hendak ditindih tersangka di kamar kosnya. Tak urung, warga menangkapnya dan membawa bapak tiga anak itu ke polisi.

    Ceritanya, saat korban terlelap tidur di dalam kamar kosnya, pelaku yang juga tetangga kos korban, tengah membetulkan jemuran pakaian. Supriyanto yang tanpa sengaja melihat paha DD yang tersingkap dari celah jendela kamar korban, tiba-tiba terangsang dan dengan cekatan menyelinap masuk ke dalam kamar korban.

    "Saat membetulkan jemuran pakaian, tersangka terangsang melihat paha korban yang tertidur dalam kamarnya dari balik jendela," terang Kaur Subbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Agus Darmanto, Selasa (7/5).

    Aksi tersangka terjadi, lanjut dia, saat matanya melihat daster yang dikenakan korban tersingkap, hingga paha korban terlihat. "Spontan tersangka terangsang dan langsung menghampiri korban dengan cara masuk ke dalam kamar korban."

    Tersangka sendiri mengaku, memaksa korban agar melepas celana dalamnya. "Di dalam kamar itu, saya memaksa melepas celana dalam korban sampai sebatas lutut," ujar Supriyanto pada penyidik.

    Apesnya, usai bisa melorot celana dalam korban hingga selutut, belum sempat melampiaskan nafsunya, korban terbangun dan berteriak minta tolong. Warga langsung berhamburan keluar rumah dan menangkap tersangka dan menyerahkannya ke pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

    Sementara itu pihak kepolisian sendiri, juga mengamankan barang bukti berupa daster bermotif hitam putih dan celana dalam warna putih milik korban.

    Akibat perbuatannya itu, Supriyanto terpaksa harus mendekam di tahanan Mapolrestabes Surabaya dan terancam kurungan selama 15 tahun penjara.

    Baca juga:
    ABG korban pemerkosaan di Bekasi masih syok
    ABG yang diperkosa perampok di Bekasi baru sebulan kerja
    11 Bocah dipijit, buka resleting, lalu disodomi guru ngaji
    Hendak jumpa suami yang diculik, NA malah diperkosa
    Revolusi seksual terjadi di Indonesia

    [bal]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Pencabulan# Pemerkosaan

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • 'Isu revisi UU ramai saat KPK akan bongkar kasus di DPR dan Istana'
  • Ungkap foto kenangan tahun 2008, ruben bikin fans kangen olga
  • KPK tetapkan Dirjen Hortikultura Kementan tersangka pengadaan pupuk
  • Tak kuat disiram air panas dan disetrika majikan, Ani melarikan diri
  • Keprihatinan seorang ayah mengantar pria ini jadi pengusaha sukses
  • Berpisah dengan Cinta, ini alasan Rangga tinggal di New York
  • Trombosit menurun, pelawak Tessy sempat dilarikan ke rumah sakit
  • Bareskrim Polri tetapkan satu lagi tersangka korupsi UPS
  • Lawan laporan Indra Bekti, Reza Pahlevi ikutan datangi KPI
  • KPK tidak perlu Dewan Pengawas karena sudah diawasi Presiden dan DPR
  • SHOW MORE