Gara-gara nasi bungkus, warga Manokwari bentrok satu orang tewas
Merdeka.com - Kerusuhan terjadi di daerah Manokwari, Papua Barat, Rabu (26/10) malam. Penyebabnya, lantaran Vijay, warga kompleks Jln. Serayu, Sanggeng Manokwari bersama beberapa rekannya belum bisa membayar nasi bungkus yang ia beli si sebuah rumah makan.
Vijay ditikam setelah sebelumnya dikejar karena dinilai melakukan keributan di warung makan tersebut.
Peristiwa penikaman tersebut pun memancing emosi warga yang lantas memblokade sejumlah jalan protokol di Jln. Yossudarso serta Jln. Trikora. Situasi semakin memanas.
Warga yang sudah kepalang tersulut emosinya pun membakar lima sepeda motor dan merusak pos polisi yang masih dalam proses pembangunan di depan Pasar Sanggeng, Manokwari.
Akibat kerusuhan tersebut, beberapa orang menjadi korban dimana dua diantaranya mengalami luka tembak. Bahkan, seorang Komandan Rayon Militer (Danramil) di jajaran Kodim 1703/Manokwari Mayor TNI Suhargono pun menjadi korban penganiayaan dalam keributan tersebut.
Kapolda Papua Barat Brigjen Royke Lumowa mengungkapkan pihaknya telah mengantongi pelaku penikaman Vijay.
"Kami sudah dapat indentitas pelaku, kami upayakan hari ini pelaku tertangkap," ujar Royke seperti diberitakan Antara, Kamis (27/10).
Sementara itu, lanjut Royke, korban saat ini masih dirawat di rumah sakit setempat. "Untuk korban penikaman, saat ini masih dirawat di rumah sakit. Dia ditikam di begian belakang dan tidak mengenai organ dalamnya, dan tadi malam saya sudah menemuinya di rumah sakit, dia pun masih bisa berkomunikasi," tuturnya.
Akibat kericuhan tersebut, lanjut Royke, ada enam korban dimana dua orang terkena tembak. "Ada enam orang korban, dua orang terkena tembak satu di antaranya meninggal atas nama Onisimus Rumayon, Namun saya yakin, mengatakan bahwa beliau meninggal bukan karena tembakan," ungkapnya.
Royke menambahkan, menurut keterangan dokter medis yang memeriksa korban bahwa benar ada luka tembak namun tidak terjadi perdarahan. Selain itu, tembakan tersebut tidak mengenai organ yang mematikan.
Royke mengaku sudah menyarankan agar dilakukan outopsi untuk mengetahui penyebab kematian Onisimus Rumayom.
Sementara itu situasi di wilayah Sanggeng Manokwari belum kondusif. Beberapa ruas jalan, seperti Jln. Yossudarso, Jln. Percetakan Negara, dan Jln. Pahlawan belum normal, termasuk aktivitas di Pasar Sanggeng dan perbankan di sekitar lokasi tersebut.
Aparat kepolisian dibantu TNI masih berjaga-jaga, memantau situasi, serta mengantisipasi agar tidak terjadi bentrokan antarwarga.
Jenazah Onisimus masih berada di Rumah Sakit Azhar Zahir Fasharkan TNI Angkatan Laut Manokwari. Erikson, salah satu korban yang mengalami penembakan di bagian leher juga masih menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya