Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara dendam pribadi, kepala SD pecat tukang sapu dan murid

Gara-gara dendam pribadi, kepala SD pecat tukang sapu dan murid ujian sekolah murid sd. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ulah kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 150 Palembang, Mira Hidayah, tak patut dicontoh bagi pendidik lain. Pasalnya, hanya gara-gara menyimpan dendam dengan seorang tukang sapu, dia memberhentikan siswanya tanpa sebab pasti.

Siswa yang dikeluarkan bernama Rivano Risya Pratama (7), kelas II SD. Ternyata, Rivano adalah anak dari tukang kebersihan itu yang bernama Dewi, warga Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Dewi tidak menyangka jika anaknya menjadi korban perselisihan pribadi antara dirinya dan Mira Hidayah, kepala SDN 150 Palembang. Surat pemberhentian sekolah itu diterimanya pada 6 Maret 2015 lalu dalam bentuk surat pindah sekolah yang ditandatangani Mira Hidayah sebagai kepala sekolah.

"Saya tidak tahu apa kesalahan anak saya, kok dia diberhentikan dari sekolahnya. Padahal, yang punya masalah saya pribadi, bukan anak saya," ungkap Dewi kepada merdeka.com, Palembang, Sabtu (21/3).

Dikatakan Dewi, dia bekerja di sekolah anaknya itu sebagai petugas kebersihan. Namun, setelah beberapa tahun menjadi tukang sapu, Dewi terlibat salah paham dengan pimpinan sekolah itu sehingga membuat Mira Hidayah kesal dan mengeluarkan surat pemecatan terhadap dirinya.

"Saya sudah dipecat jadi tukang sapu, kok anak saya juga diberhentikan dari sekolah. Kalo dendam, sama saya saja, jangan libatkan anak saya," kata dia dengan nada sedih.

Hingga berita ini diturunkan, belum didapatkan konfirmasi dari kepala sekolah tersebut karena nomor handphone-nya tak bisa dihubungi. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP