Gara-gara baju, bocah umur 8 tahun tewas dihajar ayah pakai bambu
Merdeka.com - Nasib tragis dialami oleh Kasih Ramadani. Bocah perempuan 8 Tahun itu tewas di tangan ayahnya sendiri, Deni (30).
Kasih mengalami luka memar di sekujur tubuhnya akibat kekerasan yang dilakukan oleh sang ayah dengan menggunakan bambu. Korban diketahui sudah meninggal sekitar pukul 11.30 WIB di dalam dekapan ayahnya.
Ahmad Yudi, tetangga korban mengungkapkan, korban dipukul dengan bambu yang biasa digunakan pelaku untuk memikul.
"Dipukul memar seluruh tubuh, memar di tangan kiri, jari-jarinya, pokoknya banyak menghitam, belakang kepalanya juga ada luka. Ngakunya menggunakan pikulan," kata Ahmad Yudi, tetangga korban di kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Sabtu (21/2).
Kasih saat itu sedang berada di rumah Eko Hendro, pamannya di Dusun Buwek, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pamannya saat itu memberinya baju, tetapi Kasih tidak cocok sehingga rewel dan membuat kesal ayahnya.
Istri Eko, Nuraini sempat melihat Dani melakukan pemukulan pada putrinya saat di rumahnya. Saat itu diingatkan dan berhenti, meski sempat perang mulut dan terjadi pengusiran.
"Nek awakmu ngajar anakmu mingat mrono (Kalau kamu aniaya anakmu, pergi sana)," kata Eko menirukan istrinya saat ditemui di kamar mayat RSSA.
Eko kaget saat mengetahui Kasih dibopong dalam kondisi ditutupi baju. Semula semua mengira kalau dia pingsan, namun setelah dipanggil bidan Puskesmas, diketahui korban sudah meninggal dunia.
Setelah dicecar, Dani mengaku kalau menghajar di sawah dekat rumahnya. Kini polisi sedang melakukan olah TKP dan pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Sesuai dengan tempat kejadian perkara, kasusnya akan ditangani oleh Polres Malang.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya