Ganjil genap berpotensi diperluas sampai ke Tambun
Merdeka.com - Ganjil genap di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek akan diberlakukan mulai Senin (12/3) mendatang khusus gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Pasalnya, dua titik gerbang tol itu dianggap paling banyak menyumbangkan kendaraan masuk tol menuju ke Jakarta.
GM PT. Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman mengatakan, saban hari ada sekitar 8.000 kendaraan masuk melalui dua pintu tol itu. Rinciannya 2.600 unit kendaraan masuk GT Bekasi Barat I, 3.000 kendaraan di GT Bekasi Barat II, dan 2.400 keluar dari GT Bekasi Timur.
Dengan volume kendaraan sebanyak itu, maka hasil kajian ratio diketahui melampaui angka 1. Artinya lalu lintas kendaraan di Bekasi Timur sampai dengan Bekasi Barat cukup padat hampir tak bergerak dibanding gerbang tol lain dari Tambun sampai dengan Pondok Gede Barat.
"Karena pertimbangan paling padat, ganjil genap di Bekasi Barat dan Bekasi Timur," katanya di Bekasi, Jumat (9/3).
Ia mengatakan, pemberlakuan itu termaktub dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas Selama Masa Pembangunan Proyek Infrastruktur Strategi Nasional di Ruas Tol Jakarta-Cikampek.
Menurut Raddy, sebetulnya tak hanya Bekasi Barat dan Bekasi Timur, tapi mulai dari Pondok Gede sampai Tambun. Karena itu, jika mengacu kepada peraturan itu ganjil genap juga berpotensi diterapkan di GT Pondok Gede Barat, GT Pondok Gede Timur, sampai dengan Tambun.
"Kebijakan ini semata-mata untuk mengurai kepadatan di tol," jelasnya.
Setiap hari, volume lalu lintas kendaraan di tol Jakarta-Cikampek mencapai 560 ribu kendaraan. Laju kendaraan semakin melambat menyusul mayoritas truk berat yang beroperasi mengalami overload.
Karena itu, selain ganjil genap, pemerintah juga akan mengatur kendaraan berat yang masuk di dua arah pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, dan memberlakukan satu lajur khusus angkutan umum mengarah ke Jakarta.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya