Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ganjar Tegaskan Penerapan 'Jateng di Rumah Saja' Tetap Berjalan Meski Ditolak FX Rudy

Ganjar Tegaskan Penerapan 'Jateng di Rumah Saja' Tetap Berjalan Meski Ditolak FX Rudy Ganjar Pranowo. ©2020 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pelaksanaan Jateng di rumah saja akhir pekan mendapat dukungan dari seluruh 35 Kota dan Kabupaten. Hal ini menyusul penolakan dari Wali Kota Solo, FX Rudi Hadyatmo.

"Siapa bilang tidak setuju. Hari ini Sekda-sekda di kabupaten kota semua mendukung. Surat keputusan sudah disiapkan, jadi kita tinggal siapkan pelaksanaannya," kata Ganjar di rumah dinasnya, Selasa (2/2).

Dia meminta masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam melaksanakan Jateng di Rumah Saja yang berlangsung dua hari pada 6-7 Februari atau akhir pekan ini.

"Kita siap-siap, sebelum dua hari itu, yang pengin belanja dulu untuk persiapan di rumah, tidak usah banyak cuma dua hari,” ujar Ganjar.

Ganjar mengimbau pada masyarakat untuk menunda seluruh kegiatan yang sudah direncanakan pada akhir pekan nanti. Sehingga pelaksanaan Jateng di Rumah Saja bisa berjalan dengan baik.

Ganjar juga akan meminta restoran, tempat wisata hingga pasar untuk tutup selama dua hari tersebut. Namun, pelayanan umum seperti kesehatan dan transportasi publik tetap beraktifitas dengan pengetatan.

"Kita perkenankan beberapa orang mereka yang hilir mudik dengan ketentuan yang ketat. Tapi sisi lain kita minta partisipasi dan dukungan dari masyarakat untuk dua hari saja," kata dia.

Selain itu, selama berlangsungnya Jateng di Rumah Saja juga akan dibarengi operasi yustisi gabungan. Namun, sasarannya tetap pada pelanggar protokol kesehatan dengan sanksi yang sudah berjalan sebelumnya.

Sebelumnya diberitakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menawarkan solusi guna menekan angka penyebaran Covid-19. Salah satunya mengajak seluruh masyarakat Jateng tetap di rumah saja selama dua hari.

Usulan itu disampaikan Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanggulangan Covid-19 di kantornya, Senin (1/2). Langkah itu layak dicoba mengingat peningkatan kasus Covid-19 tetap terjadi, meskipun sejumlah kebijakan telah diambil. Bahkan, akibat kasus ini, sudah banyak orang meninggal dunia, termasuk tenaga kesehatan, romo kyai, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta lainnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP