Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ganjar Pranowo salad Ied dan kurban di lereng Gunung Slamet

Ganjar Pranowo salad Ied dan kurban di lereng Gunung Slamet Ganjar Pranowo. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunaikan salat Idul Adha 1436 H serta berkurban seekor sapi di Masjid Baiturochim berada di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalinga tepatnya di Dusun Jumbleng, Desa Binangun, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Ditemani sang istri Siti Atikoh, Ganjar menyumbangkan seekor sapi jenis PO Kebumen seberat kurang lebih 667 kilogram untuk disembelih dan dagingnya dibagikan ke warga sekitar yang berada di radius 20 kilometer dari puncak Gunung Slamet itu.

Bertindak sebagai imam KH Imam Suwarto dan khotib kutbah Priyo Dwi Handoyo. Nampak hadir, Pj Bupati Purbalingga Budi Wibowo yang menemani selama acara berlangsung. Budi Wibowo mengungkapkan keinginan untuk berkurban sengaja dilakukan oleh Ganjar Pranowo untuk lebih dekat dengan rakyatnya.

"Sengaja, Pak Gub memilih Dusun Jumbleng untuk bersama-sama melaksanakan salat Ied, bisa menyediakan waktu untuk bersama-sama warga. Inilah satu tipikal dari kepemimpinan bapak gubernur. Apalagi menyerahkan satu ekor sapi di masyarakat Jumbleng," ungkapnya.

Di Kabupaten Purbalingga sendiri, tahun ini jumlah ternak yang digunakan menunaikan ibadah kurban mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan, tingkat pendapatan dan kesejahteraan warga Purbalingga juga mengalami perbaikan.

"Ada peningkatan jumlah masyarakat yang ingin berkurban. Menunjukan tingkat pemahaman dan pendapatan masyarakat Purbalingga juga meningkat," ucapnya.

Untuk itu, Budi Wibowo meminta kepada warga supaya mendoakan Ganjar Pranowo diberikan doa dan sukses dalam memimpin Jawa Tengah. "Marilah kita doakan semoga kepemimpinan bapak gubernur yang hingga tahun 2018 nanti sukses dan bisa menjadi sosok sebagai figur kepemimpinan nasional," harapnya.

Ganjar menyatakan salat Ied dan kurban sapi ini sengaja dilakukanya di tempat-tempat terpencil di Jawa Tengah. Di tempat-tempat yang tidak pernah dikunjungi pejabat dan jarang di datangi pejabat untuk berdialog dan berbagi dengan rakyatnya.

"Sebenarnya setiap tahun saya ingin berkeliling banyak tempat di Jawa Tengah. Saya milihnya tempat orang jarang berkurban, jarang pejabat mendatangi dan saya memilih tempat-tempat yang terpencil. Di daerah ini kita bisa berbagi dengan masyarakat insya Allah kurbannya lebih bermanfaat. Mereka juga berdialog, enggak mungkin ada gubernur mau ke tempat seperti ini," tegasnya.

Ganjar menyatakan selama kepemimpinanya akan menjadikan ritual ibadah ini sebagai tradisi. "Akan saya tradisikan ini selama kepemimpinan saya. Harapan saya akan banyak bertemu dengan rakyat, bisa berdialog dengan mereka ditempat-tempat yang jauh yang tidak mungkin mereka bisa berbagi dengan kita," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menyampaikan tentang proses pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Jawa Tengah kepada warga. Proses perbaikan infrastruktur ini menelan biaya dari Rp 700 juta, menjadi Rp 2,1 triliun dan tahun depan akan menjadi Rp 2,5 triliun.

Begitu juga tentang rencana pelaksanaan pembangunan Bandara Nasional di Kabupaten Purbalingga yang telah mendapatkan ijin dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan guna sarana transportasi di beberapa kabupaten di antaranya Kabupaten Purbalingga, Wonosobo, Purwokerto, Banjarnegara dan Pemalang.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP