Ganjar Pranowo: Enthus kepala daerah paling unik
Merdeka.com - Meninggalnya Bupati Tegal Enthus Susmono mengagetkan Ganjar Pranowo. Gubernur Jawa Tengah nonaktif itu mempunyai pengalaman yang tak terlupakan bersama Enthus.
Di mata Ganjar, Enthus merupakan sosok kepala daerah yang paling unik di Jawa Tengah.
"Pak Enthus itu sahabat saya, dia orangnya berani dan cenderung ceplas ceplos, tapi maksud hatinya baik. Saya merasa kehilangan dan mendoakan semoga Pak Enthus khusnul khotimah," kata Ganjar, Selasa (15/5).
Ganjar mengenang pengalaman yang terlupa saat bersama bupati dan dalang kondang tersebut. Sebagai seorang kepala daerah baru yang berlatar belakang seniman, Enthus tak ragu dalam berpendapat.
"Waktu saya rapat pertama, diinterupsi sama beliau, beliau nyerocos banyak sekali, sehingga semua ditembaki satu persatu. Tapi setelah itu kami jadi dekat. Apa maunya? Ternyata cara dia menyampaikan memang gaya Enthus betul, gaya seorang dalang, seniman yang dia melihat rapat itu seperti sedang ndalang," ujar Ganjar menceritakan.
Dari sana, Ganjar mulai mengenal sosok Enthus. Ia menilai sosok Enthus selalu transparan, berani dan tidak ragu dalam menyampaikan apa saja kepada siapapun juga.
"Ini unik dari seluruh kepala daerah di Jawa Tengah. Dia berani dan saya suka. Dia kritik Kejaksaan, dia kritik Kepolisian, bahkan waktu dengan KPK dia paling banyak cerita. Waktu latihan KPK dia dapat rangking di atas, integritasnya diuji di situ dan relatif baik," ujarnya.
Ganjar menilai yang dikerjakan Enthus saat memimpin Kabupaten Tegal relatif cukup baik. Di mana komunikasi rutin selalu dibangun bersama gubernur. Enthus juga tak ragu untuk bertanya mengenai masalah dan kendala yang dihadapi saat memimpin Tegal.
"Berkeseniannya enggak pernah lepas, bercandanya juga enggak pernah lepas, orangnya cukup serius, meskipun dari seniman menjadi politisi dan bupati. Tapi dia mencoba untuk selalu belajar dan tidak meninggalkan akarnya sebagai seniman," katanya.
Enthus meninggal dunia di usia 52 tahun akibat sakit jantung, Senin (14/5) malam. Bupati yang masih aktif mendalang itu meninggal saat kembali mencalonkan sebagai bupati untuk periode kedua bersama wakilnya Umi Azizah.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya