Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ganjar persilakan proyek Semen Indonesia di Rembang diselesaikan

Ganjar persilakan proyek Semen Indonesia di Rembang diselesaikan Pabrik Semen Indonesia di Rembang. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan jika upaya hukum yang berada di tingkat paling tinggi yaitu di Mahkamah Agung (MA) terkait pembangunan pabrik semen di Kawasan Gunem, Rembang, Jawa Tengah telah dimenangkan oleh PT. Semen Indonesia. Sehingga mega proyek yang dikerjakan oleh PT. Semen Gresik bernilai Rp 4,452 triliun ini sebaiknya jalan terus.

"Tapi kalau enggak salah putusan pengadilannya kan menang. Kalau menang (proyek pabrik semen) ya jalan. Itu aja," tegas Ganjar Pranowo kepada merdeka.com Jumat (26/8).

Ganjar menyatakan jika kepastian hukum menentukan jalan atau berhentinya pabrik semen yang target produksinya sebanyak 3 juta ton pertahun itu. Sebab, lembaga hukum adalah tempat sebagai pijakan dan harus dipercaya oleh masyarakat dalam memutuskan kebijakan terkait kepentingan orang banyak.

"Kalau saya urusannya lebih enak pada hukum. Kalau kita urusannya pada lembaga hukum enak karena itu lembaga yang kita percaya. Kalau kita tidak percaya nanti sopo? Gitu aja sebenarnya, simple aja," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Ganjar memperjelas jika keputusan PK dimenangkan oleh pihak PT. Semen Indonesia, maka proyek pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah yang sudah sebanyak 94,4 persen progresnya bisa dilanjutkan hingga selesai.

"Udah. Dan PK itu udah selesai. Dan PK itu tidak pernah menghilangkan eksekusinya, ndak bisa menunda eksekusinya PK itu," ungkapnya.

Ganjar mengaku paska bertemu dengan warga yang mendukung atau pro terhadap pembangunan pabrik semen di Rembang ternyata banyak cerita-cerita yang dirinya tidak pernah mendengarkannya. Cerita itu salah satunya ternyata ada warga yang menolak pembangunan pabrik PT. Semen Indonesia karena menjual saham untuk tambang sebelum ada rencana pembangunan pabrik semen.

"Ya memang sebaiknya ada dua pihak yang didengarkan. Ternyata warga menceritakan diluar yang tidak pernah saya ceritakan. Ternyata ada penolak yang saat itu sudah menjual sahamnya untuk tambang bahkan tambang sebelum semen. Ya sudah," ungkapnya.

Ganjar juga menambahkan, yang mengherankan dirinya, meski menolak pembangunan pabrik semen milik PT. Semen Indonesia tetapi saudara dan kerabat mereka tetap dipekerjakan sebagai karyawan dan terlibat dalam pembangunan pabrik PT. Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah.

"Ada yang kemudian di antara yang demo itu juga selain yang lainnya kerja di semen," pungkasnya.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP