Ganjar nilai tepat aksi TNI amankan mahasiswa pasang logo komunis
Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai langkah aparat TNI mengamankan Ulil Fadli (21), mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Kota Semarang karena menyablon dan memasang bendera merah bersimbol palu arit warna kuning di kosnya, sudah betul.
Bahkan, Ganjar meminta supaya nantinya Fadli yang merupakan warga Kendal jika terbukti menyebarluaskan paham komunis, harus ditindak tegas. Sebab, menurut Ganjar, Pancasila adalah dasar negara yang mutlak.
"Tindakannya sudah benar. Memang terhadap yang begitu kita musti (bertindak) tegas mau kanan pol! Kiri pol tidak! Kalau ada yang mau cari, ideologi kita sudah selesai. Pancasila!" tegas Ganjar di sela-sela kunjungan kerjanya di Kota Pekalongan, Jawa Tengah Jumat (4/9).
Apalagi, Ganjar menandaskan jika mahasiswa tersebut sengaja memprovokasi terkait dengan paham komunis harus ditindak tegas.
"Makanya kalau kemudian orang membuat itu, apalagi memprovokasi, negara harus cepat turun tangan," ungkapnya.
Ganjar meminta, selain aparat TNI, polisi juga harus menyelidiki apa sebetulnya motivasi sang mahasiswa menyablon dan memasang simbol partai komunis itu di kamar kos-kosan yang berada di Kawasan Menoreh, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang.
Ganjar juga berharap supaya masyarakat tidak menyebarluaskan isu-isu yang tidak betul terkait penyebaran komunis yang sudah menjadi bahaya laten negara Indonesia.
"Terhadap pencetaknya kita mesti turun tangan betul. Makanya dia dapat order atau inisiatif, untuk kepentingan apa dan lain sebagainya. Temen-temen yang begitu ngobrol lah sama kita. Apa sih maunya? Jangan membuat satu isu-isu yang tidak penting," pungkasnya.
Sebelumnya, karena memasang poster bergambar palu arit di rumah kosnya, Ulul Fadli (21) mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) Kota Semarang, Jawa Tengah Kamis (3/9) diamankan oleh petugas Koramil Gajahmungkur 10/Kodim 0733 BS Kota Semarang, Jawa Tengah.
Fadli yang merupakan mahasiswa hukum semester V Untag Semarang itu diamankan setelah dijemput langsung oleh Kapten Inf. Ikhwan (Danramil 10/Kodim 0733) dengan 2 anggota Babinsa di rumah kos-kosan milik Totok di Jalan Menoreh IX Nomor 2B, Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang.
Penangkapan itu dilakukan setelah aparat TNI mendapatkan laporan dari beberapa tokoh masyarakat, termasuk sang pemilik kos-kosan tersebut. Kemudian secara bersama-sama mendatangi kamar kos milik Fadli yang merupakan warga Desa Kebonsari RT 02 RW I, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Saat diperiksa atau diinterogasi oleh anggota TNI, Fadli yang merupakan warga Desa Kebonsari RT 02 RW I, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengaku memasang poster berwarna dasar merah dan berlogo palu arit warna kuning hanya untuk sekedar seni.
Saat ini, kasus pemasangan logo PKI berupa poster warna dasar merah bergambar palu arit warna kuning di kos-kosan Ulil Fadli (21) mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Kota Semarang, Jawa Tengah ditangani oleh polisi.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya