Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ganjar kecewa Bupati Pati ogah temui warga demo tolak pabrik semen

Ganjar kecewa Bupati Pati ogah temui warga demo tolak pabrik semen Ganjar Pranowo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyayangkan terjadinya demonstrasi ricuh yang dilakukan oleh warga lereng Gunung Kendeng, Kabupaten Pati, Jawa Tengah menolak pembangunan pabrik semen Indocement di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Terlebih lagi, Bupati Pati Hariyanto enggan untuk menemui warganya sendiri yang menyampaikan aspirasi.

"Kalau sifatnya merusak ya harus ditindak. Tapi kepolisian sudah menangani kemarin. Tapi saya tetap menghendaki sebaiknya harus berdialog. Memang ada yang sangat sayangkan. Kemarin itu mestinya Pemkab Pati menerima, diajak ngobrol saja nggak apa-apa. Yang demo di sini kita biasanya ya kita terima," kata Ganjar Pranowo di Kantor Gubernuran Pemprov Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat(24/7).

Ganjar bersyukur jika unjuk rasa memblokir jalur Pantura lingkar Pati-Kudus itu tidak meluas dan mereda pada Kamis (23/7) sore. Politikus PDIP itu mengaku mengikuti jalannnya demonstrasi tersebut.

"Kita ajak ngobrol, masuk gitu aja. Yo ditemui gitu to. Anda siapa, dari kelompok mana? Sekaligus kita bisa tahu temen-temen yang menyampaikan aspirasi itu dari mana dan dalam kepentingan apa? Tapi alhamdulillah, kemarin saya pantau terus kalau tidak salah jam empat kemarin sudah selesai," ungkapnya.

Ganjar berharap kepada warga sekitar Gunung Kendeng, Kabupaten Pati penolak pembangunan pabrik semen Indocement untuk mengikuti proses hukum yang saat ini berjalan di PTUN Semarang.

"Lagi-lagi saya sampaikan kepada mereka, ada yang sudah melakukan proses hukum di PTUN coba kita ikuti sehingga kita biasakan dalam kondisi legal formalnya juga diikuti. Dan masyarakat punya cara melakukan penolakan itu dilakukan," paparnya.

Ganjar mengaku belajar dari kasus gugatan warga kepada proses pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang. Kemudian akhirnya, warga yang didampingi oleh beberapa elemen organisasi masyarakat mengalami kekalahan.

"Lagi-lagi saya belajar dari Rembang. Begitu dilantik itu sudah terjadi dan saya lihat orang ramai kemudian menggugat. Maka dari awal saya sampaikan ketika sidang Amdal dan lain sebagainya silakan datang. Anda kalah," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Dia meminta Pemkab Pati untuk menggelar dialog dengan warga yang menolak pembangunan pabrik semen. Hal itu dinilainya bakal membuat masyarakat lebih tenang.

"Pertanyaan saya apakah temen-temen yang menolak ini mengikuti dari awal? Karena sekarang ini kan yang ngurus bukan dari kami. Sekarang ini yang mengurus kan Pemkab Pati, mbok sekarang ini disampaikan secara terbuka ada para pakar, ada para tokoh setempat," paparnya.

Ganjar menyebut penolakan pembangunan pabrik semen Indocement dilakukan oleh Gun Retno sebagai wakil dari masyarakat sekitar pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sehingga proses hukum ini yang harus ditunggu dengan arif dan bijaksana.

"Yang saya ingat dulu yang menyampaikan saya, Gun Retno waktu itu. Dan dia mendampingi. Dan kalau tidak salah sekarang yang menggugat Gun Retno sendiri. Dia nggak ada yang menemani, dia sendiri. Laporannya Gun Retno ke saya lho. Maka kita tunggu saja keputusannya," ungkapnya.

"Kalau itu ditunggu tidak perlu ada anarkis, tidak perlu ada keramaian yang sampai menutup jalan dan lainya. Kalau menutup jalan sudah mengganggu yang lain. Pasti polisi akan turun. Bicara saja pada kita apa yang dia inginkan," pungkasnya.

(mdk/efd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP