Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ganjar: Kalau tidak bisa dibina, ya dibinasakan sesuai ketentuan

Ganjar: Kalau tidak bisa dibina, ya dibinasakan sesuai ketentuan Ganjar sidak jembatan timbang di Batang. ©2014 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Usai mengamuk di jembatan timbang di Subah, Batang, Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku mendapatkan ratusan SMS dari masyarakat. Ganjar menyatakan terjadinya inspeksi mendadak itu dilakukannya secara tidak sengaja. Sebab dua minggu sebelumnya dirinya telah memperingatkan kepada Kepala Dishubkominfo Jateng Urip Sihabudin untuk menertibkan kondisi jembatan timbang.

"Hari ini saya mendapatkan ratusan SMS, Twitter luar biasa ramai sekali. Saya gini saja risau dari awal ketika dapat laporan jalan rusak dari masyarakat. Awalnya dari situ. Sebelumnya saya minta Dishub, pak tolong ditertibkan. Saya kemarin kebetulan sampling menemukan seperti orang yang tidak berdosa," ungkap Ganjar usai melantik Direktur BPD Jateng dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan di Gedung BPD Jateng Jl. Pemuda Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (29/4) malam.

Ganjar berharap usai dia mengamuk saat sidak ada pelajaran yang bisa dipetik oleh jajaran Pemprov Jateng terutama bagi para kepala dinas bahwa ada dua masalah. Pertama belum adanya perbaikan birokrasi yang berjalan di Pemprov Jateng. Kemudian kedua kondisi rusaknya jalan di Jateng salah satunya akibat maraknya aksi pungli di 16 jembatan timbang yang tersebar di Jateng.

"Minggu ini sapu bersih. Kontrol dengan masyarakat. Saya berterima kasih dengan masyarakat. Ada beberapa dari 16 jembatan timbang sudah sangat overload. Harus dibuat sistem baru mereka masuk dengan cepat. Sebetulnya inti pembenahan sistem. Ada pelajaran harus ada reformasi birokrasi yang belum jalan. Kedua, imbas yang lain ya jalanya rusak," paparnya.

Selain dua pelajaran itu, secara kebetulan saat ini Pemprov Jateng juga telah melakukan seleksi pegawai di tingkat eselon 2. Maka, ini sekaligus sebagai catatan dari track record PNS yang bersangkutan jika mengikuti seleksi.

"Ndilalah bareng (dengan momentum seleksi eselon 2), semua berjalan simultan ini bagian melihat kondisi yang ada sebagai catatan tambahan masuk tes kandidat yang masuk. Bukan rotasi tapi evaluasi. Apa mereka akan dirotasi atau tidak silakan. Evaluasi bukan hanya kepala dinas saja tapi sampai ke bawah. Masyarakat, tolong saya kasih data, kasih fakta langsung pada saya lewat twit atau apapun. Ini sebenarnya banyak masyarakat yang mengadu," ujarnya.

Ganjar secara rutin memang melakukan sidak, blusukan di beberapa daerah di Jawa Tengah. Dirinya berharap supaya persoalan maraknya pungli di jembatan timbang ini dibongkar saja sekalian. Jika tidak bisa dibongkar dan dilakukan pembinaan sesuai ketentuan.

"Saya sidak terus menerus saja. Sebenarnya biasa saja. Dibongkar kalau tidak bisa dibina, ya dibinasakan. Cara binasakan sesuai ketentuan. Alhamdulillah satu dua berikan catatan. Pak Gubernur jangan marah. Kita tidak marah karena saya sudah memperingatkan 2 minggu lalu. Biasanya kalau dengan tidak marah tidak mlaku-mlaku," ucapnya.

Ganjar juga menjelaskan, pemecatan terhadap PNS juga tidak sembarangan bisa dilakukan. Namun, secara proaktif dirinya meminta kepada Kepala Dinas Dishub Jateng Urip Sihabudin untuk segera melakukan evaluasi.

"Pemecatan di PNS tidak seperti yang anda bayangkan. Tidak bisa begitu saja. Saya telepon kepala dinas, anda bina atau anda yang tanggung jawab? Saya yang tanggung jawab. Saya mau lihat sanksi yang akan diberikan apa. Dinas serius atau tidak, atau jangan-jangan ikut kebagian uang?" ujarnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP