Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ganjar Gila, dari Ndorong Mobil Hingga Ditabrak VW Bule

Ganjar Gila, dari Ndorong Mobil Hingga Ditabrak VW Bule Ganjar di Candi Gunung Wukir. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Rapi, sempurna dan harus sesuai dengan aturan. Mungkin itulah yang terpikir di sebagian besar orang tentang seorang pejabat.

Bahkan, pejabat dianggap wajar jika marah tanpa sebab, hingga semua harus berjalan serba serius. Namun penilaian itu saat ini jelas berbeda setelah ada beberapa pemimpin yang dinilai menggebrak dan menempatkan diri sewajarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, merupakan salah satu sosok yang dianggap menarik untuk dikisahkan. Sejumlah kisah yang dianggap istimewa itu tersaji dalam buku berjudul 'Gubernur Jelata' karya Agus Becak yang diluncurkan di Candi Gunung Wukir Magelang, Sabtu (17/12).

Pada buku itu tersaji sebanyak enam bab atau disebutnya lakon, dan setiap lakonnya terdapat banyak cerita tentang Ganjar dalam keseharian. Ganjar Gila, menjadi lakon pertama yang dikisahkan.

Pada lakon pertama itu terdapat enam cerita yang kesemuanya mungkin akan membuat orang melongo. Sebagian besar cerita itu juga tak tersaji besar di media mainstream, namun sangat lekat dikenang orang-orang yang menyaksikan.

Pada empat lembar awal di lakon pertama, pembaca disuguhi cerita berjudul 'Ngos-ngosan Ndorong Mobil'. Cerita itu mengisahkan seorang gubernur yang mau ikut dorong mobil rombongannya yang terperosok.

Mobil itu ditumpangi rombongan wartawan yang biasa meliputnya, namun dengan sigap, ketika itu Ganjar ikut mendorong mobil dan meminta truk molen yang lewat untuk menarik mobil.

Kisah kedua ada tentang bagaimana Ganjar mau menumpang di bagian belakang truk. Peristiwa itu terjadi ketika dia akan mengunjungi pengungsi korban bencana banjir. Cerita itu diberi judul 'Pethakilan Nggandul Truk'.

Bukan hanya cerita tentang hal-hal yang dianggap sepele,namun ada juga cerita yang cukup menegangkan, sebab ketika itu sang gubernur berada di tengah kerumunan orang yang terus meneriakinya "Gubernur arogan, tidak prorakyat," itulah kata-kata yang terlontar saat demonstrasi sopir kernet dan pengusaha penambang pasir pada 23 Oktober 2016. Ketika itu, demonstran memprotes kebijakan Ganjar yang melarang penambangan pasir ilegal.

Selain itu, para demonstran juga memprotes penerapan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Jembatan Timbang. Dimana kelebihan muatan truk hanya ditoleransi antara 0-25 persen, sedangkan para demonstran meminta toleransi hingga 75 persen.

Kondisi ketika itu tampak tak terkendali, para demonstran terus merangsek masuk. Teriakan para demonstran saat orasi terus membakar semangat peserta lainnya.

Ganjar berinisiatif mengajak dialog beberapa perwakilan, namun para demonstran menolak dan keukeuh memaksa gubernur keluar dan berdialog langsung dengan seluruh demonstran.

"Kalau kamu jantan, keluar dari kantor dan temui kami," kalimat itu terus diteriakkan para demonstran.

Awalnya, ada perwakilan yang diajaknya berdialog namun tidak berlangsung lama. Dengan kekhawatiran ajudan dan pihak keamanan, Ganjar justru kemudian menembus barikade dan menemui para demonstran. Dengan tenang, Ganjar naik ke atas truk, mengambil mikrofon dan berbicara membeberkan alasannya melakukan kebijakan tersebut.

Ya, dia mengungkap data, dan bagi semua yang tidak setuju juga diminta Ganjar untuk berdialog dengan data. Menurut Ganjar, dalam banyak hal, penyampaian data itu penting untuk memberikan pengetahuan pada semua pihak.

"Rakyat harus diedukasi. Mereka marah karena tidak tahu bahwa ada saluran- saluran untuk menampung persoalan. Tugas pemerintah menjelaskan itu," kata Ganjar.

Kisah dengan judul 'Hadapi Demonstran' itu menjadi kisah terakhir pada lakon pertama. Sedang tiga kisah sebelumnya yakni tentang 'Nyelonong Nebeng Patwal', 'Braaak...! Ditabrak VW Bule' dan 'Senopati Tembakau'.

Salah satu dari sejumlah cerita tersebut yang muncul di media yakni ketika mobil dinas sang gubernur ditabrak VW yang dinaiki bule Prancis. Kisah itu dianggap cukup menarik untuk diangkat ke publik melalui media mainstream karena orang nomor satu di Jateng itu mengalami kecelakaan dan berakibat macet yang cukup panjang. Bersyukur tidak ada korban luka pada peristiwa itu.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP