Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ganjar akan bangun tanggul raksasa atasi banjir di Semarang

Ganjar akan bangun tanggul raksasa atasi banjir di Semarang Cagub Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ©2013 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku masih kesulitan untuk mengatasi banjir akibat rob di Kota Semarang, Jawa Tengah. Untuk mengatasi banjir karena air laut itu, ada dua cara.

Pertama membangun DAM untuk lepas pantai atau Giant Sea Wall (GSW). Selain itu, diperlukan juga pembangunan sabuk pantai.

Soal konsep itu, Ganjar baru saja menerima pemaparan konsep sabuk pantai dari para akademisi dan ahli Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. "Konsep yang ditawarkan oleh Ikatan Alumni Teknik Sipil (Ikateksi) Undip itu sangat bagus dan ramah lingkungan," tegas Ganjar saat di Gedung Gubernuran, Pemprov Jateng Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (19/2).

Ikuti berita Ganjar Pranowo di Liputan6.com

Sayangnya, konsep itu terkendala persoalan dana. "Saya minta bagaimana cara penganggarannya, mereka (Ikateksi) masih berharap ada dana dari APBD untuk studi," terangnya.

Karena itu, Ganjar belum memutuskan soal anggaran untuk studi proyek tersebut. Nantinya, Universitas Gajah Mada (UGM) akan ikut membantu Pemprov Jateng untuk studi penataan reformasi birokrasi di Pemprov Jateng.

"UGM membantu reformasi birokrasi semuanya, dana juga dari mereka sendiri. Nah apakah Undip bisa? bukan kami mau gratis tidak, tapi kami minta saran untuk pendanaan terhadap keberlangsungan proyek tersebut," paparnya.

Sedangkan Giant Sea Wall atau DAM lepas pantai digagas oleh konsultan swasta. Konsep mereka membutuhkan anggaran Rp 5 triliun dan sanggup menyediakan sendiri dengan bantuan investor asal China.

"Yang Sea Wall lebih siap, mereka tidak butuh uang, cuma surat. Dana disediakan semua dari investor asal China,"terangnya.

Meski GSW terlihat lebih siap, namun masih perlu dikaji dari sisi teknologi dan lingkungan. "Jika lancar, maka dalam beberapa bulan ke depan sudah ada kepastian mana konsep yang akan dipilih dan tahun depan bisa dimulai. Kalau bulan depan bisa didudukkan bersama untuk memilih satu, maka 2015 bisa dimulai. Tahun ini setidaknya sudah harus ada keputusan dan mulai penganggaran," katanya.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP