Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gandeng BIN, badan pertahanan cyber nasional segera dibentuk 2016

Gandeng BIN, badan pertahanan cyber nasional segera dibentuk 2016 Internet. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Perkembangan teknologi membuat negara semakin waspada mengantisipasi serangan cyber. Rencana membentuk badan pertahanan cyber nasional semakin dibicarakan serius.

Hal itu dipastikan Menko Polhukam, Tedjo Edhy Purdjiatno, dalam simposium nasional Cybersecurity 'mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui sistem Cybersecurity Nasional yang komprehensif dan holistik'.

"Serangan cyber itu sangat masif, bisa perorangan atau bisa oleh negara. Kemampuan cyber kita nanti menunjukkan ketahanan kita. Kita akan membentuk lembaga pertahanan cyber untuk menahan serangan cyber. Sekarang ini masing-masing instansi seperti bank, badan pertahanan, dan perhubungan sudah ada pertahanan masing-masing terhadap cyber tapi belum ada yang koordinir secara nasional agar ada satuan komando untuk menjaga ketahanan dari serangan," ujar Tedjo di Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng 2, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).

Menurut dia, sebelum badan security cyber dibentuk, tim pansel yang ditunjuk akan menyeleksi kepala badan cyber, termasuk anggota di dalamnya.

"Nanti kita akan bentuk tim panel untuk seleksi siapa yang menjadi kepalanya dan anggota-anggotanya," papar dia.

Nantinya, Badan Cyber akan bekerja sama dengan BIN dan lembaga lainnya dalam suatu koordinasi. Dengan demikian, lanjut dia, hasilnya tentu berdampak bagi ekonomi bangsa.

"Tetap akan kerja sama dengan BIN agar bisa koordinasi. Riilnya mungkin tahun 2016. Kita harapkan dengan ini ekonomi kita bisa terjaga dan semakin baik," pungkas dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP